Capim Ghufron: Kinerja KPK Bukan Diukur dari Jumlah Koruptor Ditangkap

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 10:21 WIB
Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Nurul Ghufron menjadi salah satu dari sepuluh calon pimpinan (Capim) KPK yang namanya diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR untuk ikut uji kelayakan (fit and proper test). Akademisi Universitas Jember (UNEJ) ini menilai kinerja KPK bukan diukur dari berapa banyak koruptor ditangkap.

"Pemberantasan korupsi tujuan akhirnya adalah bersihnya Indonesia dari prilaku korup, sehingga kinerja aparat penegak hukum termasuk KPK itu bukan diukur dari jumlahnya koruptor yang ditangkap tapi pada seberapa angka koruptor itu tidak ada dengan kata lain tercegahnya orang untuk berkorup," kata Ghufron, Kamis (5/9/2019).



Dia mengatakan mekanisme yang perlu diperkuat adalah pencegahan tindak pidana. Ghufron mengatakan penindakan koruptor tidak sepenuhnya mengembalikan kerugian negara yang telah terjadi.

"Maka mekanisme yang perlu dan terus dikuatkan adalah pencegahan tindak pidana korupsi, karena seberapa berhasil penindakan koruptor itu tidak sepenuhnya mengembalikan kerugian negara yang telah terjadi," jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2