Jantung Bayi Kembar Siam di Bali Menyatu, RS Sanglah Konsultasi ke Surabaya

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 04 Sep 2019 16:54 WIB
Bayi kembar siam di Buleleng, Bali (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Dua bulan dirawat di RSUP Sanglah kondisi bayi kembar siam asal Buleleng, Bali, makin membaik. Hanya saja hasil angiografi menunjukkan jantung kedua bayi itu menyatu.

"Kondisi bayi tersebut sampai saat ini masih stabil, dan tentunya sudah dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk diagnosis bayi kembar siam tersebut angiografi untuk melihat jantungnya, dari hasil jantungnya menyatu. Itu yang harus kita diskusikan lebih lanjut dengan tim Surabaya," kata Dirut RSUP Sanglah I Wayan Sudana saat jumpa pers di kantornya, Jl Diponegoro, Denpasar, Bali, Rabu (4/9/2019).


Temuan ini menjadi kendala untuk operasi pemisahan kedua bayi kembar siam tersebut. Saat ini RSUP Sanglah sudah menyusun data medik untuk dikirim ke RSUD Dr Soetomo yang sudah berpengalaman menangani operasi pemisahan bayi kembar siam.

"Apakah bayi ini bisa kita pisahkan tergantung nanti hasil diskusi tim yang lebih berpengalaman yaitu Surabaya. Kita sudah menyusun laporan mediknya dan sudah dikirim, mudah-mudahan responsnya cepat, kemudian apakah kita bisa dilakukan pemisahan atau bagaimana tentunya kita berharap bayi kembar siam itu bisa dikerjakan di Sanglah tapi dengan mendatangkan tim yang sudah berpengalaman dari Jakarta, Surabaya," jelasnya.


Di lokasi yang sama, Kepala Instalasi Rawat Inap dr Wayan Dharma Artana menuturkan kedua bayi kembar siam itu dirawat di ruang neonatal intensive care unit (NICU). Berat badan bayi itu juga sudah mengalami kenaikan.

"Sekarang minum sudah on demand, sudah dibebaskan tidak ditakar lagi. Seberapa adiknya mau kita berikan, tetapi untuk menjaga kondisinya perhitungan kalori minimal 50 cc per 3 jam, tapi kalau dia minta lebih kita lebih, minumnya ASI kalau kurang ditambah susu bayi. Berat badan terakhir 5,190 kg jadi ada peningkatan saat lahir, meski belum maksimal seperti bayi normal," urainya.


Dia juga menjelaskan selain jantung, hati kedua bayi itu juga menyatu. Namun, masing-masing memiliki organ pencernaan terpisah.

"Yang (jantung) menyatu bagian ventrikel bagian jantung, ada lubang, jadi berhubungan, masing-masing punya bilik dan serambi, tapi otot jantungnya menyatu. Kemudian bilik satu dengan yang lain menyatu, jadi aliran darahnya nyampur di situ. Pencernaan masing-masing punya, namun liver menyatu, nempel, punya saluran empedu tapi menempel," terang Artana.


Simak juga video Balita Kembar Siam di Kendari Ini Butuh Operasi Pemisahan:

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(ams/jbr)