"Motifnya salah paham," kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi ketika dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019).
Peristiwa itu bermula pada Senin (2/9) sekitar pukul 17.00 WITA. Kala itu Polos melihat Nadi bercanda dengan orang tidak waras dan meneriaki agar korban dilempari. Tersinggung dengan kata-kata Polos, Nadi langsung menarik kerah baju Polos hingga terjadi perkelahian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa sang kakak lama tidak kembali, Polos menyusul ke rumah Nadi di Banjar Kelod, Desa Dausa, Kintamani, Bangli. Namun, kemudian ketiganya bertemu di jalan.
"Belum sampai di rumah korban, terlapor malah bertemu dengan korban dan kakak terlapor di Jaba Bale Agung, Jl Banjar Bukit, Desa Dausa, Kintamani, Bangli, karena ketemu di jalan korban dan terlapor berbincang tentang masalahnya. Korban juga sempat berbicara dengan terlapor dengan kata-kata, 'jangan menghina saya di depan orang ramai'," jelas Sulhadi.
"Menanggapi itu, tiba-tiba korban langsung ditebas oleh terlapor dengan pisau besar (golok) yang mengakibatkan luka di bagian bahu kiri belakang," imbuh dia.
Kasus pembacokan ini lalu dilaporkan ke Polsek Kintamani. Korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Foto: Korban pembacokan tetangga di Bali (Dok. istimewa) |
Halaman 2 dari 2











































Foto: Korban pembacokan tetangga di Bali (Dok. istimewa)