Bareskrim Tak Hadir, Sidang Praperadilan MAKI soal Bank Century Ditunda

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 15:22 WIB
Foto: Sidang praperadilan Maki (Yulida-detikcom)


Rizky mengatakan, jika KPK tidak mampu melaksanakan putusan, dia berharap hakim praperadilan memerintahkan agar KPK melimpahkan berkasnya ke kejaksaan ataupun ke kepolisian. Sebab, KPK tidak memiliki wewenang untuk menghentikan penyidikan.

"Kalau misalkan tidak sanggup ya kita mintakan untuk dilimpahkan ke Kepolisian maupun Kejaksaan. Tapi ya masa' iya dilimpahkan dari KPK ke Kepolisian atau Kejalsaan? Apalagi KPK kan juga tidak punta kewenangan SP3 kan. Daripada juga tergantung terus ini perkara, kalau misalkan ditemukan juga tidak bisa dinaikkan status pidananya, ya biarkanlah Kepolisian atau Kejaksaan nanti," ujarnya.

Sebelumnya, hakim PN Jaksel mengabulkan gugatan MAKI. Hakim praperadilan memerintahkan KPK melakukan penyidikan lanjutan atas kasus skandal Bank Century. Hakim memerintahkan KPK menetapkan tersangka baru, yakni sejumlah nama eks pejabat Bank Indonesia (BI), termasuk mantan Gubernur BI Boediono.



"Memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannya ke kepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," kata hakim Effendi Mukhtar dalam putusan praperadilan sebagaimana diterangkan pejabat Humas PN Jaksel, Achmad Guntur di kantornya, Selasa (10/4).
Halaman

(yld/rvk)