Istana Pastikan Jokowi Bekerja Paralel Urus Papua dan Ibu Kota Baru

Andhika Prasetia - detikNews
Minggu, 01 Sep 2019 18:00 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal situasi di Papua. (BPMI Setpres/Laily Rachev)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menuntaskan permasalahan di Papua ketimbang memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Istana menyebut pemindahan ibu kota sudah direncanakan jauh hari sebelum kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi.

"Pemindahan ibu kota ini sudah direncanakan sejak bertahun lalu, bukan rencana kemarin sore atau malah tiba-tiba. Rencana ini sangat strategis karena punya visi besar untuk mewujudkan Indonesia-sentris," ujar Staf Khusus Presiden Adita Irawati saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (1/9/2019).


Urusan di Papua, kata Adita, juga menjadi perhatian khusus bagi Jokowi. Artinya, masalah Papua ataupun pemindahan ibu kota bisa dikerjakan secara bersamaan dengan dibantu jajaran kabinet Jokowi.

"Masalah Papua juga sesuatu yang sudah menjadi perhatian Presiden Jokowi sejak pertama kali menjabat. Artinya, kedua hal ini bisa berjalan secara paralel, dengan dibantu para menteri terkait dan pimpinan lembaga-lembaga negara lainnya," kata Adita.


Saran kepada Jokowi untuk memprioritaskan masalah di Papua sebelumnya disampaikan Sandiaga Uno. Sandiaga menyebut urusan pemindahan ibu kota belum patut didiskusikan karena kajian naskah dan rancangan undang-undang yang belum terbentuk.

"Karena itu (pemindahan ibu kota) menghabiskan energi. Akhirnya seperti apa situasi yang terjadi di Papua ini tidak bisa tertangani dengan baik karena energi kita tersedot sekali terhadap masalah yang sebetulnya belum esensial karena RUU-nya belum diajukan, naskah akademisnya juga belum dilengkapi, ini belum dianggarkan juga di tahun 2020," kata Sandiaga di Equestrian Park, Pacuan Kuda, Jakarta Timur, Jumat (30/8).

Sedangkan tokoh Muhammadiyah Busyro Muqoddas berpendapat, daripada memindahkan ibu kota, lebih baik pemerintah menjadikan kasus di Papua sebagai prioritas negara.

"Seharusnya kasus di Papua itu menjadi skala prioritas nasional. Dengan demikian, abaikan dulu ambisi untuk nafsu memindahkan ibu kota itu," jelas Busyro di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Jumat (30/8).


Blak-blakan Gubernur Kaltim: Ibu Kota Baru Bebas Banjir & Gempa:

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/imk)