Kang Emil ke Maba UPI: Kuliah Jangan Hanya di Ruang Kelas

Kang Emil ke Maba UPI: Kuliah Jangan Hanya di Ruang Kelas

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 31 Agu 2019 15:30 WIB
Foto: Pemprov Jawa Barat
Foto: Pemprov Jawa Barat
Bandung - Masa orientasi adalah masa yang tepat bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus berinteraksi dengan para civitas akademika. Pada masa ini, mahasiswa baru seharusnya mulai menggali potensi dirinya selain belajar dalam ruang kelas.

"Para mahasiswa selama berkuliah tidak hanya aktif belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga aktif berorganisasi, berjejaring, dan mengembangkan minat serta bakat," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2019).

Hal tersebut disampaikan Emil, sapaan akrabnya, di depan 8 ribu lebih mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) yang digelar di Gymnasium UPI, Kota Bandung, pada Jumat (30/8/19).

Emil mengatakan generasi muda, khususnya mahasiswa, harus terus berinovasi, mengasah kreativitas, berkarya, menghindari perpecahan, menjauhi narkoba, dan mampu meredam penyebaran berita bohong atau hoaks.


Lebih lanjut Emil mengungkapkan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar saat ini memiliki visi Jabar Juara Lahir Batin. Artinya, pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita membangun tidak hanya fisik tapi juga mental. Kita membangun tidak sendiri, tetapi juga dengan kolaborasi. Kita pun terus berinovasi dalam mengakselerasi pembangunan Jabar," kata Emil.

Menurut Emil, revolusi industri 4.0 membuat tantangan akan lebih banyak. Meski begitu, ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5% karena terus melakukan reformasi struktural, memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi, serta meningkatkan daya saing ekonomi.

Selain itu, Indonesia pun diperkirakan akan menjadi negara pendapatan tinggi pada 2036 dan masuk lima besar terkait PDB terbesar pada 2045. Menurut Emil, perkiraan tersebut dapat terwujud apabila generasi muda Indonesia, khususnya Jabar, kompetitif.

"Jika Indonesia dan Jabar ingin menjadi hebat maka setidaknya harus memenuhi tiga syarat utama, yaitu pertumbuhan ekonomi dijaga pada angka minimal 5%, demokrasi kondusif dan milenial atau generasi z yang kompetitif," sebut Emil.


Emil juga berharap kampus dapat menjadi 'Center of Excellent and Inovation' sehingga mampu menghasilkan segudang prestasi dan inovasi-inovasi terbaru bagi pembangunan Jabar pada lima tahun ke depan.

Sementara itu Rektor UPI, Asep Kadarohman mengatakan Mokaku merupakan bagian integral dari rangkaian proses pendidikan di UPI. Kegiatan rutin tahunan tersebut bertujuan memberikan pembekalan bagi para mahasiswa baru agar beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Selain di Kampus Utama UPI Bumi Siliwangi, MOKA-KU juga digelar di lima kampus daerah seperti Kampus Cibiru, Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, dan Serang.

Menurut Asep, MOKA-KU menjadi waktu yang tepat bagi mahasiswa menggali potensi, baik melalui aktivitas belajar yang bersifat akademik maupun yang bersifat non-akademik. Sehingga mahasiswa baru dapat memperbanyak kegiatan yang kaya manfaat dan penuh maslahat. (idr/idr)