Dua Bandara Perintis di Papua Ditutup Sementara Akibat Kerusuhan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Sabtu, 31 Agu 2019 12:41 WIB
Demo Berujung Rusuh di Jayapura. (Foto: Antara Foto/Dian Kandipi)
Makassar - Dua bandara perintis di Papua ditutup sementara akibat kerusuhan yang terjadi beberapa titik. Kedua bandara perintis yang ditutup adalah Bandara Waghete di Kabupaten Deiyai dan Bandara Moanemani di Kabupaten Dogiyai, Papua.

Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia Novy Pantaryanto mengatakan petugas Airnav Indonesia yang ditugaskan di kedua bandara tersebut dievakuasi ke daerah yang aman di sekitar Kabupaten Nabire sambil menunggu situasi keamanan kembali kondusif.

"Kami mengutamakan keselamatan petugas kami di Papua, jadi sementara ini mereka dievakuasi sementara ke wilayah Nabire. Informasi di sana sangat terbatas, jadi lebih aman mereka dievakuasi sambil menunggu keamanan kondusif," ujar Novy dihubungi detikcom, Sabtu (31/8/2019).



Menurut Novy, dari belasan bandara yang ada di Papua dan Papua Barat, hanya dua bandara perintis yang ditutup sementara. Kedua bandara perintis ini juga hanya melayani penerbangan pesawat kecil, seperti pesawat Cesna dan Twin Otter.

Novy menambahkan, terkait adanya kerusuhan di Jayapura kemarin, Bandara Sentani di Jayapura yang sebelumnya hanya beroperasi 12 jam ditingkatkan menjadi 24 jam untuk melayani pengiriman bantuan logistik dan bantuan pengamanan TNI-Polri dari luar Papua.

"Semua bandara besar di Papua tidak ada gangguan, seperti di Sentani, Merauke, Wamena, Sorong, dan Nabire. Kami sangat terbantu atas pengamanan anggota TNI dan Polri di Papua," ujar mantan GM Airnav Makassar ini.




Ketua DPR Desak TNI-Polri Pulihkan Papua:

[Gambas:Video 20detik]

(mna/idn)