detikNews
2019/08/30 18:34:54 WIB

Melihat Norma Larangan Penistaan Agama di Berbagai Negara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 4
Melihat Norma Larangan Penistaan Agama di Berbagai Negara Foto: Ilustrasi KUHP (Ari Saputra)
Jakarta - RUU KUHP tetap mempertahankan Pasal Penistaan Agama. Bahkan RUU KUHP meluaskan definisinya, yaitu orang yang mengajak tidak percaya agama (jadi agnostik) juga dipidana. Pasal Penistaan Agama juga ada di beberapa negara lain.

Sebagaimana diketahui, Pasal Penistaan Agama dalam KUHP saat ini tertuang dalam Pasal 156a dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Bunyi selengkapnya:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Sedangkan dalam RUU KUHP versi terbaru, pasal tersebut masih ada, yaitu masuk bab 'Tindak Pidana terhadap Agama'.

"Setiap orang di muka umum yang menyatakan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V," demikian bunyi Pasal 304.

Pasal 306 juga menambah delik Pasal Penistaan Agama, yaitu orang yang mengajak orang untuk menjadi agnostik, adalah pidana. Pasal 306 berbunyi:

Setiap orang yang di muka umum menghasut dalam bentuk apa pun dengan maksud meniadakan keyakinan seseorang terhadap agama apa pun yang dianut di Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.


Untuk diketahui, Pasal Penistaan Agama ini juga diterapkan oleh negara lain. detikcom pada Jumat (30/8/2019) merangkum daftar negara yang memiliki Pasal Penistaan Agama dari laman End Blasphemy Laws. Berikut ini daftarnya:
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com