Daya Beli Rakyat Turun, Pasar Legi Solo Masih Sepi

Daya Beli Rakyat Turun, Pasar Legi Solo Masih Sepi

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2005 16:43 WIB
Solo - Kenaikan harga BBM sangat tinggi dinilai menjadi faktor penting bagi makin melemahnya daya beli rakyat. Pada H-9 lebaran, Pasar Legi Solo masih terlihat sepi. Padahal di tahun-tahun sebelumnya ledakan pembeli di pasar induk perkulakan warga Solo dan sekitarnya itu telah terjadi sejak pertengahan puasa.Kondisi cukup lengang itu juga terlihat ketika Walikota Solo, Joko Widodo, meninjau ke Pasar Legi dalam rangka persiapan menghadapi lebaran, Selasa (25/10/2005). Pasar Legi adalah pusat perkulakan kebutuhan bahan pangan, sayur-mayur dan hasil bumi bagi warga Surakarta."Banyak pedagang mengeluh karena jumlah pembeli menurun drastis. Dalam perkiraan mereka penurunan itu bisa mencapai 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada persoalan denga stok barang untuk kebutuhan lebaran karena cukup melimpah. Tetapi tingginya harga membuat warga tidak mampu membeli," kata Joko Widodo di sela-sela kunjungan.Dikhawatirkan banyak stok dagangan berupa sayur-mayur segar akan membusuk jika para pedagang tidak mengatur sendiri perkiraan volume dagangan yang didatangkan. Stok sayur-mayur di Pasar Legi didatangkan dari Tawangmangu di lereng Gunung Lawu atau sejumlah daerah di Boyolali yang berada di lereng Merapi dan Merbabu.Joko Widodo lalu menanyai sejumlah pedagang tentang perubahan harga baru sebagai penyesuaian kenaikan harga BBM. Harga gula pasir misalnya, sebelumnya seharga Rp 4.500/kg, sekarang menjadi Rp 5.100/kg.Harga ayam potong dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 12.000/kg. Harga bawang putih melejit dari semula Rp 6.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, cabai merah dari Rp 17.000/kg menjadi Rp 20.000/kg, cabai rawit dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 7.000/kg. (nrl/)


Berita Terkait