Tanah longsor di wilayah timur China menewaskan 13 orang dan menyebabkan 3 orang lainnya hilang. Tanah longsor beberapa hari setelah hujan deras akibat Topan Saudel melanda kawasan tersebut.
Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), longsoran lumpur yang menghantam Desa Mingkeng di Provinsi Jiangxi menyebabkan 12 orang tewas dan satu orang hilang, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua yang mengutip keterangan pejabat setempat.
Satu orang lainnya ditemukan tewas dan dua orang masih dinyatakan hilang setelah tanah longsor terjadi di wilayah Zuo'an dan Tanghu yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana tanah longsor ini terjadi setelah hujan sangat lebat yang dibawa oleh Topan Saudel mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari; topan ini pertama kali mendarat di pesisir timur China pada akhir bulan lalu.
Sejumlah kota menghentikan aktivitas perkantoran, kegiatan sekolah, dan layanan transportasi akibat hujan deras tersebut.
Menurut Xinhua, tanah longsor di Mingkeng merusak rumah-rumah warga dan menyebabkan kondisi jalan menjadi tidak stabil. Lebih dari 170 petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mencari korban yang hilang.
Peristiwa tanah longsor ini terjadi menyusul bencana banjir glasial dahsyat di wilayah Himalaya bulan lalu yang menewaskan sedikitnya 43 orang di Tibet--menurut laporan media pemerintah--serta lebih dari 1.300 orang di wilayah Nepal yang berbatasan langsung.
Tercatat ada lebih dari 5.000 orang hilang di Nepal dan 519 orang lainnya hilang di wilayah Tibet.
Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim mempercepat pencairan gletser di seluruh dunia dan meningkatkan frekuensi badai ekstrem, sehingga memperbesar risiko terjadinya bencana semacam itu.










































