Data Kelulusan Simpang Siur, Pelajar SMP di Sumbar Ngadu ke Ombudsman

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 13:05 WIB
Foto: Orang tua dan siswa SMP di Sumbar melapor ke Ombudsman (Jeka-detik)


Akibat statusnya yang tidak jelas tersebut, kini kondisinya terkatung-katung, tak bisa melanjutkan sekolahnya yang terbengkalai.

Desi mengaku sudah meminta kejelasan pihak sekolah bahkan ke Dinas Pendidikan Tanah Datar, namun tak ada hasilnya. Ia akhirnya membawa persoalan tersebut ke Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat, untuk mencari jalan keluar mengenai status adiknya.

Kepada Ombudsman, Desi meminta agar dapat membantu menyelesaikan persoalan yang ditimpa adiknya. Ia berharap, statusnya adiknya bisa terang dalam waktu dekat. Pasalnya, jika persoalan ini tidak mendapat tanggapan, adiknya tidak akan bisa melanjutkan sekolahnya, sehingga program wajib belajar yang dicanangkan pemerintah, tak bisa ia nikmati.



Kepala SMP Negeri 2 Rambatan, Fasmi menyatakan, Asolihat berstatus tidak lulus. Fasmi menyatakan, Asolihat tak memenuhi syarat untuk lulus.

"Anak kita itu (Asolihat) setelah disesuaikan dengan kriteria Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ternyata tidak memenuhi syarat, sehingga dinyatakan tidak lulus," jelas Fasmi kepada detikcom, Jumat (30/8/2019) siang.

Mengenai status lulus di Dapodik, Fasmi menjelaskan, Dapodik versi terbaru memang memiliki kelemahan karena semua anak dianggap lulus semua. Menurut Fasmi hal itu hanya kendala sistem.

"Nanti baru akan ada revisi atau update lagi. Jika di data Dapodik dia dinyatakan lolos, ini ada persoalan sistem yang sedang terkendala, dan ini sedang diperbaiki," ujar Fasmi.

Fasmi meyakinkan, data Asolihat sudah masuk lagi ke Dapodik sekolah, hanya saja memang belum bisa diambil oleh pihak sekolah tempat dia pindah. Asolihat kata Fasmi merupakan satu dari empat pelajar di sekolah itu yang tidak lulus.
(rvk/rvk)