Polisi Sisir 10 Rumah Pengikut Ajaran Mahdi

Bentrok di Palu

Polisi Sisir 10 Rumah Pengikut Ajaran Mahdi

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2005 15:59 WIB
Palu - Serangan parang pengikut ajaran Mahdi mengejutkan aparat kepolisian. Banyak anggota polisi yang jadi korban. Kini, satu kompi Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dikerahkan ke lokasi. Mereka menyisir 10 rumah yang dijadikan markas pengikut Mahdi. Bentrokan ini terjadi di markas ajaran Mahdi di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (25/10/2005) pukul 14.00 Wita. Lokasi ini berada 11 km arah barat kota Palu. Bentrokan terjadi saat polisi hendak membawa Mahdi ke Mapolsek Palu Barat untuk diperiksa terkait ajarannya. Sebenarnya, polisi sudah mengawasi markas Mahdi ini satu pekan terakhir. Namun, saat akan dibawa, Mahdi menolak ajakan polisi dan pengikutnya yang berbekal parang marah. Polisi yang hanya berjumlah belasan orang diserang dan dibacok dengan parang oleh puluhan pengikut Mahdi yang sebagian mengenakan ikat kepala putih dan berselempang kain kuning itu. Begitu diserang, polisi pun membalasnya dengan tembakan. Namun, setelah peluru habis, polisi kian terdesak dan kocar-kacir. Korban jatuh di pihak polisi. Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi tewas di lokasi terkena bacokan di bagian perutnya. Sejumlah anggota polisi lainnya terluka. Sementara satu orang pengikut Mahdi tewas terkena tembakan. Satu jam setelah bentrokan terjadi, pasukan tambahan polisi datang ke lokasi. Pasukan langsung dipimpin Kapolres Palu AKBP Guntur Widodo. Pasukan berjumlah 1 kompi dari Brimob Polda Sulteng. Saat pasukan tiba di lokasi, pengikut Mahdi sudah kabur. Kepada anak buahnya, Kapolres meminta pasukan Brimob tidak menggunakan peluru tajam dalam menangani pengikut Mahdi. Kapolres meminta mereka untuk memberikan tembakan peringatan terlebih dulu. Aparat Brimob sudah menyisir 10 rumah yang menjadi tempat tinggal puluhan pengikut Mahdi. Namun, saat disisir, rumah-rumah itu dalam keadaan kosong. Sebab, Mahdi dan para pengikutnya diperkirakan telah melarikan diri ke bukit di pegunungan Gawalise. . Sementara itu, jenazah salah seorang pengikut Mahdi sudah dilarikan ke Palu untuk divisum. Hingga kini, aparat kepolisian masih siaga di lokasi. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads