300 Personel Polri Dikerahkan ke Deiyai dan Paniai Papua

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 29 Agu 2019 13:08 WIB
Foto: Ilustrasi polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengerahkan 300 personelnya ke Deiyai dan Paniai Papua untuk memperkuat pengamanan di sana. Tito menuturkan wilayah Deiyai dan Paniai yang berada di pegunungan membuat pengiriman pasukan sedikit terkendala.

"Karena untuk menuju Deiyai, daerah gunung ini, pesawat kecil yang bisa masuk. Agak besar sedikit pesawatnya hanya sampai di Nabire. Kita kirim pasukan sebanyak, kalau tidak salah, 3 SSK (satuan setingkat kompi), 300 orang menuju Deiyai dan Paniai," jelas Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).


Selain penguatan pasukan di dua wilayah tersebut, Tito juga mengirim pasukan Korps Brimob ke Jayapura. Tito yang menyayangkan kejadian serangan massa terhadap TNI-Polri di Deiyai, berharap hal serupa tak terjadi lagi.

"Di samping itu juga Jayapura juga sudah saya kirim pasukan dari Korps Brimob untuk jaga situasi di sana. Saya berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," ujar Tito.

Tito menegaskan pihaknya akan memproses hukum massa yang melakukan penyerangan terhadap anggota TNI-Polri. Tak hanya itu, Tito juga menyoroti peristiwa berkibarnya bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam aksi unjuk rasa di depam Istana Negara kemarin, Rabu (28/8).

"Hukum kita tegakan, yang salah akan kita proses. Ada juga peristiwa pengibaran bendera di mana di Jakarta, saya sudah perintahkan kapolda tangani. Tegakkan hukum sesuai apa adanya. Kita harus hormati hukum," tandas Tito.

Peristiwa penyerangan terhadap TNI-Polri terjadi di Deiyai, Papua, Rabu (28/8). Penyerangan terjadi saat TNI-Polri sedang mengawal aksi demonstrasi damai di depan kantor bupati setempat. Namun tiba-tiba ada massa dalam jumlah besar melakukan keonaran.


Semula, pukul 13.00 WIT, 100 orang menyampaikan aspirasi di depan kantor Bupati Deiyai secara tertib. Pada pukul 14.00 WIT, datang massa tambahan sekitar 1.000 orang yang datang bergabung.

Setelah itu massa yang baru datang melakukan tarian perang adat Papua, yaitu tarian Waita dan menyerang anggota TNI-Polri secara membabi buta dengan senjata tajam dan anak panah. Mereka juga merampas 10 pucuk senjata dari mobil TNI yang terparkir di dekat lokasi.

Akibatnya, 1 anggota TNI gugur, 1 anggota TNI tertusuk anak panah, 4 polisi terkena panah dan 2 warga diduga berasal dari kelompok penyerang tewas.


Simak Video "Pesan Cinta untuk Papua dari Warga Pasuruan"

[Gambas:Video 20detik]

(aud/gbr)