Final Debat Konstitusi 2019 Jadi Ekspresi Kritis Generasi Muda RI

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 21:48 WIB
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Jakarta - Final Lomba Debat Konstitusi 2019 yang berlangsung di Gedung DPR/MPR Nusantara IV Kompleks Senayan, Jakarta berlangsung seru dan meriah. Sejumlah mahasiswa yang terdiri dari tim pro dan tim kontra pun saling beradu gagasan dan argumen dengan tema tertentu yang diberikan oleh pembawa acara.

Acara yang dipandu oleh presenter Anya Dwinov itu mengangkat berbagai tema yang menarik yang menuai kontroversi dari kedua tim, yakni pertama 'Menghapus Undang-undang Dasar RI 1945 dan Ketetapan MPR dalam Hirarki Perundang-undangan' dan kedua 'Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Tujuh Tahun dalam Satu Periode'.

Dalam pantauan detikcom, penonton yang merupakan para peserta Pekan Konstitusi 2019 terlihat begitu antusias dan berdecak kagum dengan gaya berdebat, interupsi serta kepiawaian berbicara para finalis yang saling menangkis dan menjelaskan perihal tema yang diperdebatkan.


Hal itu juga diakui oleh Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Mar'uf Cahyono yang menyatakan final debat konstitusi ini memberi kesempatan pada generasi muda untuk mengekspresikan gagasannya serta menunjukkan kualitas dirinya pada negara.

"Generasi muda kita saat ini memiliki kualitas yang sangat baik. Ini terbukti dari penguasaan materi mereka yang tidak asal-asalan," ujar Cahyono saat jeda acara Debat Konstitusi 2019, di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

"Tentu dari situ akan muncul wacana-wacana baru yang penting dan diperlukan oleh MPR. Bagaimana pun satu persoalan kenegaraan itu bisa dikaji dan diberikan pemikiran secara luas oleh seluruh segmentasi masyarakat termasuk generasi muda ini, itulah pentingnya debat konstitusi ini dilaksanakan," imbuhnya.

Cahyono berharap melalui gelaran tahunan Pekan Konstitusi 2019 ini, ke depan ingin terus meneruskan sehingga dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya generasi muda Indonesia agar semakin meningkatkan potensinya dan sehingga terbuka ruang nalar kritisnya.


"Oleh karena itulah tentu debat semacam ini, harapan kita ke depan akan diteruskan, saya kira harapan semuanya, harapan generasi muda, karena ini salah satu forum yang dapat di manfaatkan paling tidak sebagai ruang kritis bagi para mahasiswa dan generasi muda pada umumnya," sebutnya.

Sementara itu, gelar juara pada final Debat Konstitusi 2019 ini diraih oleh Universitas Sumatera Utara, posisi kedua diraih oleh Universitas Andalas, posisi ketiga ditempati oleh Universitas Syah Kuala Aceh dan juara keempat dari Universitas Mulawarman. Pemenang sama-sama mendapatkan sertifikat, tropi dan uang pembinaan. Juara pertama menerima Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, juara ketiga Rp30 juta dan juara keempat Rp20 juta.

Adapun juara lainnya pada Pekan Konstitusi 2019 ini, berikut daftarnya:

1. Akademik Konstitusional Drafting
Juara ke 1 Universitas Diponegoro
Juara ke 2 adalah Universitas Gadjah Mada
Juara ke 3 adalah Universitas Indonesia
Kategori naskah terbaik diraih oleh Universitas Gadjah Mada.

2. Karya Tulis Ilmiah
Juara ke 1 Zico Leonard dan Hardianto Universitas Indonesia
Juara ke 2 Rima Lestari dan Kusumawardi Affandi, Unpad
Juara ke 3 Safira Noor Ramadanty dan Krisnamurti Ardianto

3. Debat Konstitusi
Pembicara Terbaik, Universitas Syah Kuala

Juara Nasional
Juara 1 Universitas Sumatera Utara
Juara 2 Universitas Andalas
Juara 3 Universitas Syah Kuala
Juara 4 Universitas Mulawarman (prf/ega)