detikNews
2019/08/28 20:22:24 WIB

Pegawai Bawaslu Beberkan Biaya Perbaikan Gedung Akibat Rusuh 22 Mei

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pegawai Bawaslu Beberkan Biaya Perbaikan Gedung Akibat Rusuh 22 Mei Sidang kerusuhan 22 Mei di PN Jakpus. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 menyebabkan kerusakan di gedung Bawaslu hingga pos polisi (pospol) Sabang, Jakarta Pusat. Kerusakan itu membuat pihak Bawaslu dan kepolisian harus merogoh kocek untuk memperbaiki imbas kerusakan.

Kepala Bagian Umum Bawaslu, Waliaji, yang menjadi saksi pada persidangan kerusuhan 21-22 Mei menyebut kantor Bawaslu rusak di sejumlah bagian. Kerusakan terjadi pada kaca jendela hingga tembok gedung.

"Rp 90-100 juta. Total (kerusakan) dua AC cassette, sisi taman, kaca jendela luar halaman Bawaslu, pengecatan tembok," kata Waliaji saat bersaksi untuk terdakwa Ahmad Abdul Syukur di PN Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).



Dia mengatakan Bawaslu harus mengeluarkan uang Rp 97 juta untuk memperbaiki kerusakan itu. Menurutnya, uang itu diambil dari anggaran Bawaslu yang berasal dari duit negara.

"Sudah diganti kantor, sudah digunakan uang negara Rp 97 juta," kata Waliaji.

Sementara itu, saksi lainnya, Kepala Pos Polisi Sabang Iptu Kardiyana, menyebut kerugian akibat kerusakan pos polisi di Jl MH Thamrin sebesar Rp 350 juta. Menurutnya, pospol yang rusak itu segera diperbaiki.

"Kalau pospolnya saja sekitar Rp 350 juta ada. Belum dibangun lagi. Waktu itu ditinjau sama gubernur katanya nanti secepatnya akan saya bangun gitu," kata Kardiyana saat bersaksi untuk terdakwa lainnya, Reza Gunawan.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com