BPJS TK Sebut 57% Kematian Pekerja Terjadi Akibat Kecelakaan Lalin

Isabelle Carinna Dewi - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 17:53 WIB
Foto: BPJS TK
Jakarta - Dari data internal yang dipublikasikan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) menyebut angka kematian akibat kecelakaan mencapai 57%. Selain itu, BPJS TK mencatat kecelakaan kerja di luar kantor menduduki tempat tertinggi kedua.

"Acara kali ini kita lakukan sebagai bentuk nyata guna menekan semaksimal mungkin angka kecelakaan kerja yang terjadi bagi pekerja karena menurut data kami, kecelakaan kerja di luar tempat kerja atau jalan raya menduduki tempat tertinggi kedua setelah di dalam lokasi kerja atau 24%, sementara jumlah kematian yang terjadi akibat kecelakaan ini mencapai angka 57%," jelas Direktur Utama BPJS TK Agus Susanto di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/8/2019).


Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS TK, Krishna Syarif, mengatakan dari rata-rata total korban kecelakaan, hanya 1-5% yang merupakan peserta BPJS TK. Mayoritas dari korban kecelakaan tidak tercover oleh layanan BPJS TK.

"Kami masih punya mimpi untuk memberikan pelayanan menyeluruh kepada seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Pada tahun 2018, 147 ribu kasus kecelakaan kerja tercatat dengan 4.678 (3,18%) di antaranya mengalami cacat dan 2.575 (1,75%) lainnya meninggal dunia. Dengan kata lain, dalam satu hari sekitar 12 orang peserta BPJS TK mengalami kecacatan dan 7 orang peserta meninggal dunia.


BPJS TK adakan acara Promotif dan Preventif 2019 untuk menyosialisasikan safety riding, dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan motor yang tinggi tersebut. Kegiatan dihadiri pula oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri. BPJS TK bersama Menaker menghadiri konvoi bersama dan turut membagikan helm kepada peserta.

Hanif mengapresiasi acara tersebut, dan menegaskan pentingnya mengurangi risiko kecelakaan berlalu lintas.

"Safety Riding ini harus terus menerus dikampanyekan agar kita mulai menghargai nyawa sendiri. Makanya, sosialisasi-sosialisasi semacam ini menjadi sangat penting untuk bisa mengurangi resiko dari kecelakaan-kecelakaan yang timbul, terutama di lalu lintas," terang dia. (mul/mpr)