Asap Pekat Akibat Karhutla, Pesawat Tak Bisa Mendarat di Dumai

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 14:26 WIB
Ilustrasi karhutla/Foto: Antara Foto
Ilustrasi karhutla/Foto: Antara Foto
Dumai - Kabut asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu penerbangan di Bandara Pinang Kampai, Dumai, Riau. Pesawat tidak bisa mendarat karena jarak pandang terbatas.

"Iya benar, tadi pagi asap pekat di Dumai. Di bandara kita jarak pandang pagi hari hanya 800 meter," kata Kepala Bandara Pinang Kampai, Irvan, kepada detikcom, Rabu (28/8/2019).


Peristiwa terjadi pada pukul 10.00 WIB. Pesawat Wings Air yang berangkat dari Batam itu akhirnya menunda pendaratan hingga pukul 14.00 WIB.

"Karena kondisi asap yang pekat dan jarak pandang terbatas, maskapai Wings Air terpaksa delay," ujar Irvan.

Sekitar pukul 14.00 WIB jarak pandang disebutkan berangsur membaik. Saat ini, kata Irvan, jarak pandang normal sejauh 8 Km.

"Siang ini jarak pandang kembali normal mencapai 8 Km. Pesawat dari Batam baru bisa mendarat jam dua tadi," kata dia.


Selain permasalahan pendaratan, jadwal penerbangan dari Dumai ke Medan juga terdampak. Irvan mengatakan seharusnya ada penerbangan dari Dumai ke Medan pada pukul 11.00 WIB.

"Akibat tertundanya dari Batam, ini juga berimbas pada jadwal penerbangan dari Dumai ke Medan," kata Irvan.

Diketahui, sejak pagi Dumai dikepung asap pekat. Asap merupakan kiriman dari Kabupaten Bengkalis yang mengalami karhutla di lahan gambut.



Tonton video Jambi Dikepung Kabut Asap Kiriman Karhutla Musi Banyuasin:

[Gambas:Video 20detik]

(cha/tsa)