KPK Respons Antam Novambar soal Giring Opini tentang Capim dari Polri

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 22:16 WIB
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Capim KPK Antam Novambar menilai KPK selalu menggiring opini bahwa capim dari Polri masuk untuk memperlemah. Menanggapi hal itu, KPK menyebut pihaknya tak pernah mempersoalkan asal institusi seorang capim KPK.

"Yang jadi persoalan bukan soal dari mana institusi, yang asal institusi, asal begitu ya pimpinan atau pegawai KPK. Yang jadi concern KPK adalah apakah mereka adalah orang-orang yang berintegritas atau tidak. Jadi bukan soal dari mana itu institusinya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).



Febri mengatakan hubungan KPK-Polri-Kejaksaan hingga saat ini terjalin baik. Dia menyebut pernyataan KPK bukan untuk menggiring opini terhadap calon dari institusi tertentu, melainkan agar pemberantasan korupsi ke depannya semakin baik.

"Kami tegaskan kembali, kerja sama antara polisi, jaksa, dan KPK dan institusi penegak hukum lain itu penting sekali dalam upaya pemberantasan korupsi," katanya.

Sebelumnya, Antam Novambar menolak anggapan anggota Polri yang bertugas di KPK bisa memperlemah KPK. Antam menyebut opini tersebut keliru.

"Saya tidak setuju kehadiran polisi untuk memperlemah KPK. Memang yang saya rasa, KPK saat ini menggunakan opini, penggiringan opini selalu, opini bahwa polisi masuk ke sana untuk memperlemah," kata Antam dalam tes wawancara dan uji publik di gedung Setneg, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).



Antam menjelaskan anggota Polri yang masa dinasnya sudah selesai di KPK tidak pernah menghalangi kinerja KPK. Dia pun menilai KPK sudah berada di zona nyaman dan dirinya ingin mengubah KPK jadi lebih baik.

"Saya tidak mengetahui yang sebenarnya terjadi di KPK menurut laporan anggota-anggota kami yang sudah selesai masa dinasnya tidak pernah mereka menghalang-halangi, jangan sampai kita termakan isu atau fitnah, termasuk saya sebagai apa," jelas Antam.

(zap/haf)