Round-Up

2 Capim KPK Perwira Polri Jawab Isu Miring, Jamin Integritas Diri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 21:35 WIB
Foto: Ilustrasi KPK (Foto: Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta - Dua capim KPK, Firli Bahuri dan Antam Novambar buka-bukaan menjawab isu miring. Perwira Polri ini menjamin integritas diri bila terpilih menjadi pimpinan KPK.

Dalam tes wawancara dan uji publik, Pansel Capim KPK menelisik isu miring berkaitan dengan para capim yang diuji. Capim KPK Antam Novambar mengklarifikasi tuduhan soal mengancam mantan Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa.

"Empat tahun saya bertahan tidak pernah menjawab. Saya tidak pernah meneror Endang Tarsa. Ini ada saksinya," kata Antam yang saat ini menjabat Wakabareskrim Polri dalam tes di gedung Setneg, Jl Veteran III, Jakpus, Selasa (27/8/2019).

Dugaan teror ini dijelaskan Antam muncul ketika KPK menangani kasus Budi Gunawan. Antam menyebut penetapan status tersangka terhadap Budi Gunawan tak sesuai aturan hukum. Ditegaskan Antam, tak pernah ada teror ke Endang Tarsa.





Dalam tanya jawab, Antam Novambar menolak anggapan anggota Polri yang bertugas di KPK bisa memperlemah KPK. Antam menyebut opini tersebut keliru.

"Saya tidak setuju kehadiran polisi untuk memperlemah KPK. Memang yang saya rasa, KPK saat ini menggunakan opini, penggiringan opini selalu, opini bahwa polisi masuk ke sana untuk memperlemah," katanya.

Di hadapan Pansel, Antam berjanji bakal melindungi penyidik KPK dari teror. Perlindungan ini bakal diberikan Antam dengan pengalamannya di Densus 88.

"Insyaallah saya pernah di Densus juga di Ambon, di Bali, di BNPT, saya tahu bagaimana menjaga anggota-anggota saya. Saya bisa menjamin mereka tidak akan terjadi lagi, baik dari gangguan dalam atau dari luar," tegasnya.





Sedangkan terkait eksistensi KPK, Antam menyebut KPK harus dipertahankan dengan mengutamakan upaya pencegahan.

"Tidak dalam arti dibubarkan tapi yang sekarang di KPK bisa memacu kemampuan, keberhasilan Polri dan jaksa, kemampuan meningkat karena ada KPK. Kalau sudah baik bukan dibubarkan tapi tetap ada tapi tetap ada mengutamakan pencegahan, mengurangi penindakan," kata Antam.


Selanjutnya
Halaman
1 2