Pantauan detikcom, kampanye antikorupsi di MRT itu dihadiri Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar. Keduanya naik MRT dari Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, menuju Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).
Laode dan William tampak memasang stiker 'Berani Jujur Hebat' di dinding gerbong MRT. Stiker serupa tampak terpasang di bangku dan dinding gerbong lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laode juga mencontohkan sikap jujur seorang masyarakat bernama Alvi, pengguna transportasi publik, yang turut hadir dalam kesempatan itu. Alvi, kata Laode, mengatakan salah satu contoh sikap jujur itu adalah tidak mengambil barang penumpang lainnya yang ketinggalan.
"Dia mendapatkan iPhone yang mahal yang seri baru tertinggal di kereta, dia tungguin sampai dia berikan kembali kepada orang itu dengan tidak mengharap imbalan. Jadi kita berharap nilai-nilai kejujuran kepedulian seperti itu," ujarnya.
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar memasang stiker 'Berani Jujur Hebat' di gerbong MRT. (Jefrie/detikcom) |
Sementara itu, Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar menyambut baik kampanye antikorupsi di MRT itu. Dia berharap kampanye tersebut berdampak tidak hanya kepada kalangan MRT, tapi juga daerah lain.
"Hari ini MRT Jakarta dengan KPK kita mendapatkan dukungan ya untuk melaksanakan sebagian dari program mendorong antikorupsi di kawasan MRT Jakarta dan lewat proses kerja sama ini nantinya akan dilewatkan stiker atau iklan layanan masyarakat oleh seluruh pimpinan. Nanti bisa kita lihat di stasiun," kata William.
William mengatakan kampanye ini tidak hanya penempelan stiker. Kampanye antikorupsi ini juga akan terpampang di layar LED yang ada di Stasiun MRT.
"Kita ke Blok M. Di blok M itu nanti kita bisa melihat selain yang ditempel di tempat duduk, juga akan ada dalam tampilan LED. Saya juga mau lihat ini juga baru dipasang kemarin. Jadi, sekali lagi, terima kasih karena kita akan dukung sepenuhnya upaya melakukan kampanye," sambungnya.
Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Kantor KPK? |
William mengatakan nilai-nilai antikorupsi juga bisa terlihat pada budaya antre yang baik. Selain itu, karyawan MRT tidak diperkenankan menerima tip sebagai bentuk kampanye antikorupsi.
"Kemudian kebiasaan memberikan tip itu nggak diperkenankan. Saya sudah bilang ke seluruh jajaran, kita pokoknya kita hanya terima apa yang diterima setiap bulan, gaji misalnya gitu. Karena memang itu adalah bagian dari tanggung jawab jadi yang seperti ini bagaimana kita care, peduli," tuturnya. (idh/fdn)












































Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar memasang stiker 'Berani Jujur Hebat' di gerbong MRT. (Jefrie/detikcom)