Pansel KPK

Diklarifikasi, Antam Novambar Bantah Pernah Ancam Petinggi KPK

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 11:13 WIB
Capim KPK Antam Novambar saat tes wawancara dan uji publik di gedung Setneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta - Capim KPK Antam Novambar mengklarifikasi tuduhan soal mengancam mantan Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa. Antam membantah pernah mengancam atau intimadasi Endang Tarsa.

Anggota Pansel Capim KPK Hamdi Muluk menanyakan Antam--yang saat ini menjabat Wakabareskrim--soal kabar pengancaman petinggi KPK di depan umum.

"Empat tahun saya bertahan tidak pernah menjawab, saya bersiap untuk. Saya tidak pernah meneror Endang Tarsa. Ini ada saksinya," kata Antam saat tes wawancara dan uji publik di gedung Setneg, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).





Antam menjelaskan saat itu Budi Gunawan menjadi tersangka di KPK. Namun penetapan tersangka itu disebut Antam tak sesuai ketentuan hukum.

"Saya tahu Pak Budi Gunawan dizolimi karena saya orang hukum, dipaksa menjadi tersangka, saya tahu karena saya orang hukum, ini berdasarkan fakta dan bukti yang ada," ujar Antam dengan nada tinggi.

Saat Budi Gunawan ditetapkan tersangka, Antam mengatakan salah satu anggota Polri menyampaikan Tarsa ingin bertemu dirinya. Pertemuan itu membahas yang menguntungkan persidangan Budi Gunawan.

"Pada saat itu, saya ingin sekali membantu, dan saat itu saya dengar dari KPK adik-adik disana menyampaikan Pak Tarsa ingin ketemu dengan bapak, untuk menyampaikan beberapa hal yang menguntungkan dipersidangan KPK tentang pak Budi Gunawan," jelas dia.

Mendengar hal itu, Antam merasa senang seorang polisi membantu polisi. Antam pun bertemu Tarsa di sebuah Mc Donald di kawasan Jakarta.

"Wah bahagia, saya berangkat 3 orang, saya, Pak Agung dan Dewi yang dituduh polwan. Padahal Dewi PNS orang saya. Berangkat naik taksi saya ke mekdi, ketemu Tarsa nah lu mau jadi saksi meringankan? Bahasanya apa yang dilakukan KPK salah," jelas dia.

Setelah itu, Antam merasa dibohongi oleh Tarsa karena tidak ingin bersaksi dalam persidangan. Dia pun menelepon Tarsa menyampaikan kekecewaan karena tidak bersaksi.

"Besoknya ternyata tidak, saya marah dibohongi kolonel (Kombes) di KPK dilembaga dianggap suci. Saya telepon direkam saya marah dibohongi, Anda takut sama tuhan apa Abraham Samad? Abraham Samad silahkan, yang ngerekam mereka silahkan," tutur dia.

Meski begitu, Antam mengaku tidak dendam dengan Tarsa. Hubungan dengan Tarsa juga berjalan dengan baik saat ini.




Tonton juga video Rekam Jejak Capim KPK Banyak yang Buruk:

[Gambas:Video 20detik]

(fai/fdn)