Cerita Australia Gelar Sayembara Merancang Ibu Kota

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 20:10 WIB
Canberra (Penny McLintock/ABC News)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengusulkan agar rancangan ibu kota baru Indonesia dilombakan demi mendapatkan desain tata kota terbaik. Dia merujuk pada pengalaman Australia dalam membangun ibu kota negaranya, Canberra.

"Menurut saya dilombakan saja seperti Canberra. Itu kota dilombakan dan insinyur Amerika yang menang," kata Sutiyoso saat menghadiri acara pelantikan anggota DPRD 2014-2019, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Dilansir situs web Pemerintah Australia, saat pemerintah Australia mencari ibu kota, Canberra bukanlah pilihan pertama. Kota kecil bernama Dalgety direncanakan sebagai Ibu Kota Australia mulai tahun 1904.



Namun empat tahun selanjutnya, Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representative) memutuskan untuk mengadakan pemilihan ulang calon lokasi ibu kota Australia. Terpilihlah distrik Yass-Canberra sebagai lokasi yang mendapat suara dukungan terbanyak untuk menjadi ibu kota.

30 April 1911, pemerintah Australia membuka kompetisi desain Canberra sebagai Ibu Kota Australia. Lomba desain seperti itulah yang dimaksud Sutiyoso supaya bisa ditiru Indonesia sekarang.

Pada masa itu, lebih dari 130 arsitek dan para perancang kota dari Australia, Amerika Utara, dan Eropa menyerahkan rancangannya. Pada Mei 1912, pemerintah mengumukan pemenangnya, yakni Walter Burley Griffin. Dia adalah arsitek muda dari Amerika Serikat sekaligus seorang arstiek lanskap. Dibanding 136 rancangan peserta sayembara lainnya, hanya rancangan Griffin yang punya nilai seni. Konsepnya simpel tapi megah, menuruti pola geometris sesuai topografi lembah.



Walter Burley Griffin adalah pria kelahiran Chicago 24 November 1876. Dia belajar arsitektur di Universitas Illinois dan bekerja di kantor arsitek terkenal, Frank LLoyd Wright. Dia menikahi seorang arsitek juga, yakni Marion Mahony. Pasutri ini kemudian bekerja sama membuat gambar desain. Canberra digambarkan sebagai ibu kota berbukit dan berlembah.

Cerita Australia Gelar Sayembara saat Merancang Ibu KotaWalter Burley Griffin and Marion Mahony Griffin. (ABC.net.au)

Desain Griffin yang memenangi sayembara internasional itu menunjukkan untaiakn sungai sepanjang lembang Molonglo, rancangan segitiga untuk area nasional pusat di sepanjang pemandangan utama, yakni Gunung Ainslie dan Gunung Hitam. Pada sisi selatan danau, Griffin merancang kantor-kantor pemerintahan teras yang mengarah ke gedung DPR. Di bukit yang rendah, kantor-kantor pemerintahan, universitas, akademi militer, dan balai kota.

Realisasi tak sesuai harapan

Setahun setelah Pemerintah Australia menetapkan Griffin sebagai pemenang sayembara desain tata kota Canberra, Griffin datang ke Australia. Dia ditunjuk pemerintah sebagai Direktur Ibu Kota Federal bidang Desain dan Konstruksi. Tugasnya untuk mensupervisi rencana kota modern. Sayangnya realisasi tak sesuai harapan. Banyak jalan raya dan taman-taman, namun di kanan dan kirinya tidak ada bangunan.

Pembangunan kurang duit. Sebab saat itu, Australia ikut Perang Dunia I. Sebab lain yang menghalangi realisasi rancangan tata kota milik Griffin adalah rintangan birokrasi. Saat itu usia Griffin 36 tahun, orang-orang yang bekerja dengannya rata-rata berusia lebih tua. Dilansir ABC Australia, Griffin digaji lebih tinggi dan birokrat lainnya dirasanya telah berusaha mencongkelnya dari tempat kerja.



Karena menemui banyak perbedaan visi dengan para pejabat setempat, Griffin cabut meninggalkan Canberra di pengujung 1920 untuk bekerja sebagai arsitek di Melbourne. Dia mendesain daerah New South Wales bernama Griffith dan Leeton, mendesain bangunan milik pribadi di Sydney dan Melbourne, juga merancang universitas, bioskop, dan bangunan pemerintah. Dia juga mendesain purwarupa bangunan indah menggunakan material alami dan beton pracetak, di Castlecrage, Sydney.

Cerita Australia Gelar Sayembara saat Merancang Ibu KotaDesain Griffin yang menangkan Sayembara rancangan Canberra. (National Archives of Australia (A710,38) via ABC Australia)

Pada 1924, pemerintah menetapkan perlindungan untuk rancangan kota milik Griffin, sejak saat itu tak boleh ada yang mengubah perencanaan kota tanpa persetujuan parelemen (Commonwealth Parliament). Canberra tak ingin kehilangan karakter, betapapun Canberra akan berkembang sedemikian rupa di masa depan. Pada 1934, Griffin diundang ke India untuk mendesain perpustakaan. Griffin meninggal dunia di Tanah Hindustan pada 11 Februari 1937.

Ada tujuh rancangan yang tak terealisasi. Pertama, gedung utama (Capitol Building) berbentuk piramid atau ziggurat (piramid bertingkat ala Mesopotamia). Kedua, kasino sebagai tempat berkumpul warga dan melancarkan protes. Kasino ini memang dimaknai berbeda oleh Griffin. Ketiga, trem komprehensif, menghubungkan kawasan utara dan selatan. Keempat, gedung dan permukiman enam hingga enam lantai di pinggir danau. Kelima, arboretum (kebun botani).



Keenam, ruang publik, berisi pemandian umum, gym, stadion, kebun binatang, teater opera, museum, dan seni plastik serta grafis. Ketujuh, pegunungan di Canberra rencananya dibikin berwarna oleh Griffin. Gunung Hitam direncanakan berwarna kuning dan Gunung Ainslie berwarna merah jambu dan putih, serta Gunung Mugga Mugga berwarna biru. Caranya adalah gunung-gunung itu ditanami bunga dan aneka tanaman.

Canberra sepi

Seperti dilansir ABC Australia, kesan umum yang terasa ketika mengunjungi Canberra adalah sepi. Kesan itu pula yang dirasakan oleh Arianto Patunru, staf The Arndt-Corden Department of Economics dan Crawford School of PublicPolicy Australian National Unversity (ANU), yang beberapa kali ke Canberra untuk kerjasama akademik atau konferensi sejak tahun 2006.

Pada tahun 2012 Arianto memutuskan pindah ke Canberra yang saat ini berpopulasi 410 ribu orang dengan kepadatan penduduk 173,3 orang per kilometer persegi. Luas Canberra 814,2 km persegi, bandingkan dengan luas Jakarta 661,5 km persegi dengan kepadatan penduduk 15.366 jiwa/km persegi (BPS tahun 2017).

Cerita Australia Gelar Sayembara saat Merancang Ibu KotaFoto: Canberra (ABC Australia)

"Lama kelamaan saya sadar, sepinya Canberra itu bukan kekurangan, tapi kelebihan, dibandingkan kota besar tetangganya, Sydney dan Melbourne," kata Arianto kepada Alfred Ginting dari ABC.



Udara di kota ini bersih. Canberra kerap disebut 'the bush capital' karena lokasinya dikelilingi hutan pegunungan di pedalaman, tidak di pesisir seperti lokasi kota besar lainnya di Australia.

Kekurangan Canberra, menurut Arianto adalah transportasi publik tidak bisa diandalkan sehingga warga masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi. Canberra yang berjarak 280 kilometer dari Sydney dan 660 kilometer dari Melbourne secara formal dibentuk pada tahun 1913, setelah dua tahun sebelumnya Australian Capital Terrirory (ACT) berdiri.

Itu adalah sejarah Canberra yang coba dibangkitkan Sutiyoso sebagai inspirasi. Bagaimana wujud ibu kota baru Indonesia nantinya? Desain ibu kota baru dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah beredar luas. Desain tersebut ternyata telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Desain yang telah dibuat itu merupakan gambaran awal. Detail Engineering Design (DED) ibu kota baru diselesaikan pada 2020 dan siap konstruksi pada 2021. Desain itu juga menjadi masterplan dari DED yang akan dibuat.

"Itu memang desain awalnya. Pokoknya kita selesaikan semua tahun 2020, sehingga 2021 siap konstruksi," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ditemui di sela acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8) lalu. Hari ini, Jokowi menyatakan lokasi ibu kota baru adalah Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. (dnu/tor)