Perahu Penolong dari Dana Desa Buat Nelayan Miskin Bisa Melaut Lagi

Mustiana Lestari - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 12:17 WIB
Foto: Mustiana Lestari
Jakarta - Manfaat program Dana Desa yang digagas Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (kemendes PDTT) merambah banyak desa di pelosok. Tak terkecuali, Desa Binalu, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau disingkat Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Memang tidak seperti desa-desa di Pulau Jawa, prioritas dana desa di desa ini masih digunakan untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarat di kelas-kelas bawah. Melalui pembuatan Perahu Penolong, Desa Binalu berhasil masuk sebagai salah satu desa terinovatif versi Kemendes PDTT.


Lalu apa inovatifnya? Sesuai dengan namanya perahu yang dibuat dari dana desa tahun 2018 ini mampu memberikan pertolongan untuk para nelayan miskin di desa ini untuk melaut. Bantuan dari dana desa ini dinilai tepat sasaran karena desa yang berada di pesisir ini menilai perlu adanya sarana penolong untuk para nelayan.

"Pencetusnya gagasan dari tiap RT ke Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan desa) masuk ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sejak bulan September tahun lalu. Apalagi di sini pinggir laut yang punya potensi. Ini luar biasa kerinduan para nelayan diberdayakan," kata Kepala Desa Binalu, Mochtar Panauhe, kepada detikcom, di desanya, Selasa (12/8/2019).

epala Desa Binalu Mochtar Panauhe Kepala Desa Binalu Mochtar Panauhe Foto: Mustiana Lestari

Mochtar menceritakan kondisi nelayan di desanya memang memprihatinkan dan kebutuhan perahu ini sungguh mendesak. Meski mereka juga adalah para petani pala, namun saat pala tak berbuah mereka tidak punya pilihan lain selain melaut.

"Sebelumnya mereka pakai perahu kayu glondongan tapi lebih berat nggak bisa jauh dan perahu yang sekarang ini lebih praktis. Bedanya dulu pake dayung sekarang diberikan oleh dana desa diberikan mesin perahu," sambungnya.

Untuk menetapkan penerima manfaat, Mochtar selektif meski dia tahu banyak nelayan yang membutuhkannya. Tahap pertama ada 5 perahu penolong yang berikan.

"Kriterianya sering melaut tapi tidak ada sarana karena keterbatasan ekonomi. Itu yang diberikan perahu. Anggaran Rp 25 juta per perahu," tandas dia.


Selanjutnya, di tahun ini dia sudah merencanakan akan memberikan lagi perahu kepada 7 nelayan miskin. Beruntung, dana desa yang dianggarkan tahun ini telah naik. Meski demikian, tantangan selanjutnya adalah pengelolaan dana desa yang transparan.

"Karena uang ini besar tapi syukur tahun ini kampung Binalu ini masih bagus menurut inspektorat. Karena sesuai dengan visi saya jadi setiap musyawarah desa saya undang semua agar transparan. Penganggaran ditampilkan pakai LCD. Semua tahu perangkat kampung berapa nominal tercantum," tegas Kades yang sudah menjabat 2 periode ini.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen pun mengapresiasi upaya para kepala desa seperti Mochtar dalam memanfaatkan dana desa. Menurutnya, pengelolaan dana desa di Desa Binalu patut dicontoh.

"Sangat baik saya sangat salut untuk pengelolaan mereka sangat memacu masyarakat kecil untuk lebih mengembangkan usaha mereka sehari-hari karena rata-rata nelayan. Kami berprinsip masyarakat diberi bantuan tidak hanya bahan langsung tapi yang bisa dikelola untuk pendapatan rumah tangga dan untuk PAD desa," jelas Eva.

Sebagai informasi, Desa Binalu pada 2019 memperoleh jatah dana desa Rp 868.762.000 dan pada tahun 2018 sebesar Rp 748.716.000 ribu. Dana desa untuk perahu penolong dianggarkan sekitar 5 persen selebihnya masih fokus untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa. Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.

(mul/ega)