Agenda Muktamar di Bali Bahas Peran PKB di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 20 Agu 2019 16:56 WIB
Foto: Munas Alim Ulama Muktamar PKB (Gibran/detikcom)
Badung - Sejumlah isu-isu strategis dibahas dalam Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali. Salah satunya peran PKB di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin lima tahun mendatang.

"Yang paling penting dalam muktamar ini adalah program aksi lima tahun ke depan. Dengan menyiapkan langkah-langkah persiapan peran di legislatif, peran di eksekutif bersama Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, peran di kemasyarakatan, tiga peran ini dalam konsentrasi untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," ujar Cak Imin di sela agenda Muktamar V PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).



Dia menambahkan isu pendidikan hingga ekonomi juga bakal dibahas dalam muktamar ini. PKB, kata Imin, juga fokus pada bidang dakwah dan budaya.

"Iya, tiga agenda strategis PKB meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, peningkatan usaha kecil, menengah, dan dakwah sosial dan kebudayaan. Itu masuk di semua sektor, sektor ekonomi, budaya, IT, sektor infrastruktur, jadi tidak terpatok dalam satu portofolio, dua portofolio, semuanya masuk dalam rangkaian kami," paparnya.



Soal kursi menteri, Cak Imin mengaku menyerahkannya pada keputusan presiden. Dia mengaku siap menunjuk kader terbaiknya jika diminta presiden.

"Menteri sepenuhnya kita serahkan kepada presiden, itu kewenangan presiden, kalau ada kader PKB yang diminta tentu siap, tetapi siapa yang diajak dan bagaimana posisinya semuanya adalah hak prerogratif presiden," ujarnya.



Dia pun mengaku sudah beberapa kali berbicara dengan Presiden Jokowi. Namun, Cak Imin mengklaim tak punya target kursi menteri tertentu.

"Beberapa kali tapi sifatnya belum sampai pada pembahasan. Intinya semuanya kader PKB siap tapi siapa yang dipilih itu ya hak prerogratif presiden. Tidak, kita semua anggap siapapun menteri Pak Jokowi adalah bagian dari PKB untuk suksesnya pemerintahan, jadi kita nggak punya target di mana dan ke mana," urainya. (ams/idn)