Presiden SBY Ingatkan Dunia Pandemi Flu Burung
Minggu, 23 Okt 2005 19:30 WIB
Jakarta - Kemungkinan meluasnya wabah flu burung membuat Presiden SBY khawatir. Ia pun menyerukan kalangan internasional untuk mewaspadai ancaman pandemi virus flu burung. "Bila sampai pandemi terjadi, virus menyebar luas ke berbagai tempat hanya dalam hitungan menit dan membunuh lebih banyak orang di lebih banyak area," kata Presiden SBY dalam sambutan membuka sidang tahunan ke-6 Jaringan Parlemen Negara-negara Anggota Word Bank, di Helsinski, Finlandia, Minggu (23/10/2005). Kata sambutan itu sendiri disampaikan Presiden melalui teleconference di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.Pandemi virus flu burung juga membawa dampak ekonomi yang luar biasa besarnya bagi wilayah yang terserang. Komoditas ekspor negara itu, lanjut SBY, akan ditolak oleh pasar dan para pelancong membatalkan rencana kunjungannya ke sana. "Wabah SARS yang makan korban jiwa seratusan orang beberapa tahun lalu, membawa kerugian US$ 30 milyar. Biaya ekonomi dari pandemi baru flu burung, bisa jadi diluar perhitungan kita semua," imbuhnya.Pada gilirannya situasi demikian akan mempengaruhi kepercayaan konsumen pada bidang perdagangan, manufaktur, pertanian, investasi dan transpostasi. Selama seabad terakhir, dunia telah mengahadapi tiga pandemi mematikan. Yaitu wabah flu (1918), flu Asia (1950) dan flu Hong Kong (1968) yang memakan korban meninggal lebih dari 50 juta orang. Munculnya pandemi baru, tutur SBY, akan memperburuk keadaan global dan menggagalkan pencapaian target Millenium Development Goals (MGD) pada tahun 2015 mendatang. "Karena itulah kita harus waspada. Kita harus membangun rencana darurat bila sampai terjadi mutasi virus yang lebih mematikan nanti," tambah SBY.
(ton/)











































