detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 11:50 WIB

Presiden Jokowi Puji Kinerja MPR di Sidang Tahunan

Mega Putra Ratya - detikNews
Presiden Jokowi Puji Kinerja MPR di Sidang Tahunan Foto: ANDRI NURDRIANSYAH / AFP
Jakarta - Presiden Joko Widodo memuji kinerja MPR dalam menjalankan tugas konstitusionalnya. MPR telah gencar menangkal sejumlah paham yang merusak merah-putih.

"MPR telah melakukan Sosialisasi 4 Pilar ke seluruh pelosok dengan menyasar seluruh kelompok masyarakat seperti pelajar, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR, di Gedung DPR, Jumat (16/8).


Presiden yakin, MPR mampu melakukan terobosan untuk membentengi tanah air dari serangan paham radikalisme ataupun terorisme. Untuk itu, dia menyarankan agar nilai-nilai empat pilar kebangsaan terus menguat di jiwa para generasi anak bangsa.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mendorong agar kemajuan informasi teknologi (IT) mampu dimanfaatkan. Dalam era sekarang menurutnya, penyebaran informasi sangat cepat. Untuk itu bangsa ini harus lebih cepat dari yang lain, harus lebih lebih sigap dari yang lain.

"Jangan sampai kemajuan teknologi digunakan oleh pihak-pihak yang mengkerdilkan konsensus kebangsaan," tegas Presiden.

Merespon kemajuan teknologi informasi, Presiden menghargai MPR yang terus mencari cara-cara baru demi nilai-nilai kebangsaan, sehingga sosialisasi bisa diterima seluruh segmen masyarakat terutama oleh generasi muda.

Diakui, MPR telah menerapkan perpaduan seni budaya dengan kemajuan teknologi informasi. Cara-cara yang demikian menurut Presiden dibutuhkan.

Presiden dalam kesempatan itu juga menghargai MPR yang menggelar survei nasional terhadap kinerja yang dilakukan, sosialisasi.

Survei yang ada diakui bisa menjadi referensi untuk menyempurnakan strategi sosialisasi agar program sosialisasi lebih efektif.

"Yang sangat dperlukan adalah menciptakan terobosan, lompatan kreasi dan penggunaan teknologi," ungkapnya.


Segala pencapaian dari lembaga-lembaga negara menurut Presiden disebut merupakan modal bersama untuk menghadapi tantangan masa depan. Bangsa ini tak boleh cepat berpuas diri. Perlu saling membantu, tak boleh alergi dalam kritik. Kritik bagaimana pun harus diterima.

"Perbedaaan antar individu, antar kelompok bahkan antar lembaga negara dalam demokrasi merupakan kenisacayaan," ungkap Presiden.

Perbedaan itu disebut bukan alasan bagi kita untuk saling membenci, menghancurkan, bahkan saling meniadakan.

"Jika perbedaan dikelola dalam satu visi besar yang sama maka akan menjadi kekuatan yang dinamis untuk menuju Indonesia yang maju," pungkasnya.
(ega/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com