detikNews
2019/08/16 15:28:37 WIB

Kerja Polisi Berisiko dari Cianjur hingga Meksiko, Terbakar Api Demo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kerja Polisi Berisiko dari Cianjur hingga Meksiko, Terbakar Api Demo Foto: Polisi Cianjur terbakar saat mengamankan demo (dok Istimewa)
Jakarta - Empat anggota Polres Cianjur terbakar saat mengawal demo mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus di Gerbang kantor Pemkab Cianjur. Kerja pengamanan yang berisiko ini juga dialami oleh polisi dari negara lain.

Sebagaimana diketahui, demo itu diadakan pada Kamis (15/8/2019). Awalnya berjalan tertib. Saat itu mahasiswa diterima oleh perwakilan dewan. Mereka menyoroti 6 program strategis "Cianjur Jago", kesejahteraan warga Cianjur di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Selain itu mereka juga menyoroti minimnya lapangan pekerjaan, belum terlaksananya reformasi agraria dan tuntutan mewujudkan kedaulatan pangan.


Aksi massa yang awalnya berjalan kondusif tiba-tiba berubah, mahasiswa terlibat bentrok dengan anggota Satpol PP yang mencegat upaya mereka untuk masuk ke dalam area kantor Pemkab Cianjur. Situasi makin tidak terkendali ketika mahasiswa membawa ban bekas ke tengah-tengah aksi dengan niat untuk membakarnya.

Saat polisi berusaha memadamkan api, tiba-tiba dari arah massa ada yang melempar cairan dan mengenai anggota polisi sehingga Aiptu Erwin Yudha terbakar sekujur tubuhnya. Tiga anggota polisi lainnya yaitu Brigadir Dua Aris Simbolon, Brigadir Dua Yudi dan Bripda Anif, ikut terbakar. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat. Sedangkan beberapa mahasiswa sudah diamankan untuk diperiksa.


Peristiwa polisi terbakar saat mengamankan demo mahasiswa ini terbilang baru di Indonesia. Namun, di beberapa negara, polisi pernah terbakar saat mengamankan demo.

Prancis

Tragedi terbakarnya polisi juga pernah terjadi di Prancis. Polisi anti huru-hara républicaines de sécurité (CRS) Prancis dilalap api saat mereka menghadapi demonstran dalam May Day di Paris pada 1 Mei 2017.

Sebagaimana dilansir Time, Peristiwa bermula ketika petugas polisi anti huru hara berpatroli di jalan-jalan di Paris. Tiba-tiba salah satu dari mereka terkena bom molotov yang dilemparkan oleh salah seorang demonstran. Api setinggi enam kaki menelan sang polisi.

Peristiwa ini, diabadikan dalam foto hasil jepretan seorang fotografer dengan Agence France-Presse (AFP), Zakaria Abdelkafi. Foto tersebut juga sempat menjadi viral usai menjadi halaman depan New York Times dan Wall Street Journal.

Kerja Polisi Berisiko dari Cianjur hingga Meksiko, Terbakar Api DemoFoto: Polisi di Perancis terbakar saat mengamankan demo (Zakaria Abdelkaf/AFP/Getty Images)


Abdelkafi memang sedang meliput aksi demo tersebut. Dia mengikuti sekelompok orang yang telah memilih untuk menyembunyikan wajah mereka di bawah hoodies dan di belakang bandana.

"Saya selalu mengikuti mereka karena, dari pengalaman masa lalu, saya tahu mereka selalu menyebabkan masalah," katanya dalam wawancara yang seperti yang dilansir AFP.

Saat demo berlangsung, Abdelkafi tidak melihat bom Molotov datang. Tahu-tahu di hadapannya sudah ada polisi yang terbakar.

"Saya melihat api dan saya langsung pergi. Saya terus mengikuti polisi yang sedang terbakar. Dalam gambar itu, ia mencoba menendang tabung gas air mata ke arah demonstran, " ujarnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed