detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 14:25 WIB

Gimik Jokowi Unjuk Ponsel di Sidang DPD-DPR, Dua Pihak Kena Sentil

Danu Damarjati - detikNews
Gimik Jokowi Unjuk Ponsel di Sidang DPD-DPR, Dua Pihak Kena Sentil Presiden Jokowi menunjukkan ponsel saat berpidato kenegaraan. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Saat menyampaikan pidato kenegaraannya di sidang bersama DPD-DPR, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ini adalah gimik yang menyentil dua pihak di negara ini, yaitu eksekutif dan legislatif.

"Itulah gimik menarik Presiden untuk mengantarkan substansi," kata Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo, dalam keterangannya, Jumat (16/8/2019).

Jokowi lantas mengeluarkan ponsel pintar dari saku kiri celananya. Ponsel pintar berwarna hitam itu dipegang dengan tangan kiri dan ditunjuk dengan tangan kanan. Kemudian Jokowi menyampaikan informasi dari Amerika, Rusia, dan Jerman bisa diketahui lewat ponsel pintar seperti yang dia pegang itu. Artinya, studi banding ke luar negeri sebenarnya tidak urgen bila informasi bisa diakses via teknologi informasi.



"Presiden Jokowi bahkan sempat mengeluarkan handphone-nya sebagai simbol dunia digital saat ini sekaligus untuk menyentil program gaya lama yang sudah tidak efektif seperti kunjungan kerja yang sering dilakukan oleh anggota DPR dan eksekutif," kata Eko.

Yang kena sentil bukan hanya eksekutif, tapi juga legislatif. Semua pihak harus bekerja secara efektif. Tujuannya adalah membalik keadaan dan melakukan lompatan kemajuan. Jokowi juga mengenakan busana adat Sasak saat berpidato menegaskan kebijakan pembangunan Indonesia-sentris.

"Dalam pidatonya, Presiden nampak tegas, ekspresif, menarik, dan sangat kuat diksi dan intonasinya," kata Eko.

Jokowi, dijelaskan Eko, menyampaikan pesan agar Indonesia mengakhiri ketergantungan bangsa Indonesia pada kekayaan sumber daya alam belaka yang selama ini telah memanjakan bangsa Indonesia yang tanpa sadar melemahkan semangat juang bangsa.

"Substansi penting lain yang disampaikan Presiden adalah tentang pentingnya ekosistem politik, ekosistem hukum, deregulasi, debirokratisasi, dan konsistensi regulasi," kata Eko.



Jokowi juga mengajak semua pihak bersiap menghadapi ancaman siber, mendorong penegak hukum, mampu mencegah pelanggaran, dan mendorong iklim yang kondusif untuk industri. BUMN juga diperintahkan Jokowi untuk segera menjadi pemain dunia pada 2020-2024.

Dalam pidato kenegaraan di gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jokowi secara khusus mengingatkan jajaran eksekutif dan legislatif agar lebih efisien dalam bekerja.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita," kata Jokowi. "Dan saya kira ini juga relevan untuk Bapak-Ibu anggota Dewan," tutur Jokowi kemudian, yang disambut tepuk tangan hadirin.




Tonton video Tunjukkan HP, Jokowi Sentil Eksekutif yang Studi Banding ke LN:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed