detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 13:41 WIB

Polri Kaji Terapkan Pasal Melawan Petugas ke Pendemo yang Bikin Polisi Terbakar

Audrey Santoso - detikNews
Polri Kaji Terapkan Pasal Melawan Petugas ke Pendemo yang Bikin Polisi Terbakar Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Farih Maulana/detikcom)
FOKUS BERITA: Polisi Terbakar Api Demo
Jakarta - Polri mengkaji penerapan pasal 213 KUHP bagi peserta aksi yang menyebabkan terbakarnya anggota polisi di Cianjur. Saat ini tim penyidik gabungan dari Polda Jawa Barat dan Polres Cianjur sedang memeriksa 30 peserta demo dan mempelajari video serta foto aksi tersebut untuk menemukan pelaku.

"Apabila yang bersangkutan terbukti melanggar Pasal 213 KUHP ayat 1, kalau mengakibatkan anggota luka berat atau meninggal dunia, ancaman hukuman bisa 8 tahun penjara jika akibatnya luka berat dan 12 tahun penjara jika menyebabkan meninggal dunia," tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).

"Foto dan video sedang didalami. Itu akan dipilah siapa yang melakukan pembakaran, menyuruh, membeli bensin, siapa yang menyerang dan lain-lain," sambung Dedi.



Pasal 213 KUHP mengatur sanksi jika seseorang melanggar Pasal 212 KUHP. Berikut bunyi pasal-pasal tersebut:

Pasal 212
Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500.

Pasal 213
Paksaan dan perlawanan yang diterangkan dalam pasal 211 dan 212 dihukum:
1. Penjara selama-lamanya lima tahun, kalau kejahatan itu atau perbuatan yang menyertai kejahatan itu menyebabkan sesuatu luka;
2. Penjara selama-lamanya delapan tahun enam bulan, kalau menyebabkan luka berat.
3. Penjara selama-lamanya 12 tahun, kalau menyebabkan mati orang tersebut.



Dedi menuturkan, jika perbuatan tersebut mengakibatkan meninggal dunia, maka penyidik juga dapat menerapkan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan atau 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun atau seumur hidup penjara.

"Bisa juga diterapkan pasal lain kalau anggota meninggal dunia seperti Pasal 338, 340. Itu ancaman lebih berat," tandas Dedi.



Kronologi 3 Polisi Terbakar Hidup-hidup dalam Demo di Cianjur:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/knv)
FOKUS BERITA: Polisi Terbakar Api Demo
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed