Sindikat Penipu Modus Sebar Cek Palsu Rp 4,7 M Ditangkap Polisi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 15 Agu 2019 21:08 WIB
Foto: Polisi rilis penipu modus sebar cek palsu (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Komplotan penipuan dengan modus menyebarkan cek palsu miliaran rupiah ditangkap polisi. Pelaku, YY (45) dan WW (39) berhasil menipu 12 korban dan meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kelompok penipu ini sudah beraksi sejak Februari hingga Agustus 2019. Modusnya, tersangka membuat cek palsu dan menyebarkannya ke warung-warung.

"Tersangka menyebar surat berharga seperti cek, SIUP dan seolah-olah itu asli dan di situ ada nomor HP dan identitas dari tersangka ini. Misalnya dia pura-pura ke warung beli apa dan ditinggal lagi surat itu," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Tersangka YY berperan menyebarkan cek palsu itu, sedangkan tersangka WW berperan membuat cek palsu tersebut. Cek palsu itu tertulis uang senilai Rp 4,7 miliar yang disebar dari BSD Tangerang hingga kawasan Jakarta Timur.

"Karena cek yang disebar itu seharga Rp 4,7 Miliar, jadi korban percaya aja," kata Argo.



Argo menyebut setelah tersangka menyebarkan cek itu, korban yang menemukan cek itu berniat mengembalikan cek dan dokumen berharganya ke tersangka dengan cara menelepon tersangka. Saat itulah tersangka mengaku sebagai orang kaya yang memiliki perusahaan dan berniat memberi imbalan ke korban karena sudah menemukan cek tersebut.

"Saat korban telepon tersangka, tersangka bilang 'saya terimakasih sekali bapak temukan surat berharga saya', kemudian dia mau kasih imbalan tapi anehnya tersangka sampaikan ke korban, korban punya rekening apa dan isinya berapa. Kalau ada Rp 10 juta korban suruh transfer dulu ke rekening tersangka," jelas Argo.

Merasa percaya, korban langsung mentransfer uang ke tersangka. Tersangka diketahui sudah beraksi sebanyak 12 kali.

Selama beraksi, kedua tersangka ini berhasil mendapat keuntungan hingga Rp 45 juta. Kedua tersangka ditangkap tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Rovan Richard Manehu dan Iptu Verdika, di sebuah kontrakan di daerah Bogor pada awal Agustus 2019.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 junto Pasal 2 ayat (1) huruf R atau Z UU RI tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Kedua tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara.



(sam/mea)