detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 18:14 WIB

Anak Korban Pembunuhan Jumharyono Sudah Keluar ICU, Alami Luka Bakar 80%

Rolando Fransiscus - detikNews
Anak Korban Pembunuhan Jumharyono Sudah Keluar ICU, Alami Luka Bakar 80% Jumharyono keluar dari jendela setelah membunuh istri dan membakar kasur dalam rumah. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Anak Khoiriah, korban pembunuhan di Kramat Jati, sudah keluar dari ruang perawatan intensif (intensive care unit atau ICU). Bocah berusia 5 tahun itu mengalami luka bakar 80 persen di tubuhnya.

"Anaknya kemarin masih dirawat di ruang ICU, namun hari ini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo seusai rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembakaran rumah di Jalan Dukuh V RT 010 RW 05, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

"Luka bakar masih 80 persen," ujar Hery.


Saat ini, setelah Khoiriah tak ada, R diurus kakeknya. "(R diurus) oleh kakeknya dari korban," imbuh Hery.

R sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati. Namun setelahnya dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Dalam reka ulang hari ini, Jumharyono memeragakan 29 adegan pembunuhan hingga akhirnya membakar rumahnya. Pembakaran rumah dilakukan dalam adegan 21. Jumharyono mengambil korek api dari atas kulkas. Dia lalu mengambil tisu untuk dibakar dan ditempatkan di atas kasur.


Saat itu, Jumharyono sudah membunuh Khoiriah. Sementara anak tirinya masih tertidur di atas kasur. Hingga kemudian api membesar dan membakar bocah tersebut. Warga berhasil menyelamatkan bocah tersebut dan langsung membawa ke RS untuk mendapatkan perawatan. Polisi menyebut Jumharyono membakar rumah untuk menghilangkan barang bukti.

TKP pembunuhan JumharyonoTKP Pembunuhan Jumharyono (Rolando/detikcom)

"Untuk menghilangkan jejak, istrinya kan sudah meninggal waktu itu, menghilangkan jejak tadi dibakarlah itu beserta anaknya sekalian," ucap Hery.

Setelah itu Jumharyono kabur lewat jendela rumah dalam kondisi telanjang. Warga menangkap pria yang bekerja sebagai kuli di Pasar Kramat Jati itu dan menyerahkan ke Polsek Kramat Jati.


Pembunuhan itu bermula ketika pelaku baru pulang bekerja sebagai kuli di Pasar Kramat Jati yang kemudian terlibat cekcok dengan istrinya. Polisi menyatakan Jumharyono tega membunuh istri karena sakit hati dan ditolak bercinta.

"Dia (Jumharyono) itu dimarahi sama istrinya, jadi sakit hati dia, karena istri kan itu kan ini gajinya nggak seberapa tapi tiap hari ngajak 'main' terus. Diomelin gitu, sakit hati, posisi yang bersangkutan lagi tidur, istrinya jualan di depan (rumah) nih, masuk ke dalam ngomel-ngomel istrinya," kata Hery.

Jumharyono membakar kasur di dalam rumah usai membunuh istrinyaJumharyono membakar kasur di dalam rumah setelah membunuh istrinya. (Rolando/detikcom)


Jumharyono lalu memukul kepala korban dengan batu dan menusukkan gunting dan pisau sebanyak 3 kali ke tubuh Khoiriah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (6/8) dini hari.

Jumharyono disangkakan dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP. Dia diancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.



Ditolak Berhubungan Badan, Suami Bunuh Istri Lalu Bakar Anaknya:

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com