detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 15:57 WIB

Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel Divonis 1 Tahun 9 Bulan Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel Divonis 1 Tahun 9 Bulan Penjara Direktur Utama PT Grand Kartech Kenneth Sutardja (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Direktur Utama PT Grand Kartech Kenneth Sutardja divonis 1 tahun 9 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Kenneth terbukti bersalah memberikan suap kepada mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (KS), Wisnu Kuncoro.

"Menyatakan terdakwa Kenneth Sutardja telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim Ketua Frangki Tambuwun saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Direktur PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro juga divonis 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Yudi Tjokro terbukti bersalah menyuap Wisnu Rp 55,5 juta.


Kenneth dan Eddy Tjokro bersalah melanggar Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Kenneth terbukti memberikan Rp 101.540.000 kepada Wisnu agar memberikan persetujuan pengadaan 2 unit boiler berkapasitas 35 ton. Proyek pengadaan PT Krakatau Steel itu senilai Rp 24 miliar.

Suap tersebut diberikan melalui seorang perantara bernama Kurnia Alexander Muskitta. Hakim mengatakan Kenneth dan Wisnu berhubungan dekat setelah dikenalkan Alexander, sehingga Kenneth sering mendapatkan proyek dari PT Krakatau Steel.

Atas pekerjaan, hakim menyebut Alexander menerima uang Rp 101.540.000 dari Kenneth di Starbuck, Bintaro dan menerima Rp 55,5 juta dari Eddy Tjokro. Setelah itu, Alexander bertemu dengan Wisnu Kuncoro membahas pekerjaan yang dilakukan PT Grand Kertech dan PT Tjokro Bersaudara.


Setelah pertemuan itu, Alexander memberikan uang kepada Wisnu sejumlah Rp 20 juta. Tak lama kemudian, Wisnu dan Alexander bersama-sama Kenneth ditangkap petugas KPK.

"Menimbang bahwa uraian-uraian di atas dapat disimpulkan Kenneth Sutardja mengetahui dan menghendaki pemberian uang ke Wisnu Kuncoro melalui perantara Kurnia Alexander Muskitta sebesar Rp 101.540.000, akan tetapi uang yang diserahkan kepada Wisnu Kuncoro sebesar Rp 20 juta, sehingga majelis hakim berpendapat unsur memberikan hadiah terpenuhi menurut hukum," kata hakim.

Hakim mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Yudi Tjokro karena memenuhi syarat. Yudi Tjokro sudah membantu jaksa dalam kasus tersebut.

"Majelis hakim berpendapat bahwa Kurniawan Eddy Tjokro patut diberikan justice collaborator karena keterusterangannya mengenai perbuatannya dan JPU merasa terbantu, karena yang aktif untuk meminta uang ke terdakwa adalah Kurnia Alexander Muskitta, maka terdakwa Kurniawan Eddy Tjokro harus diberikan justice collaborator," jelas hakim.
(fai/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com