detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 14:18 WIB

Sidang Tilang Elektronik 'Salah Alamat', Denny AK Minta ini ke Hakim

Yulida Medistiara - detikNews
Sidang Tilang Elektronik Salah Alamat, Denny AK Minta ini ke Hakim Sidang gugatan tilang elektronik di PN Jaksel, Kamis (15/8/2019) Foto: Yulida M-detikcom
Jakarta - Denny Andrian Kusdayat mengajukan gugatan praperadilan karena mendapat kiriman surat tilang elektronik kawasan ganjil-genap meski yang mengendarai mobil bukan dirinya. Denny meminta pihak Polda Metro Jaya membuktikan pihak yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Denny mengatakan pada halaman pertama surat tilang tertanggal 17 Juli terdapat kalimat kontradiksi. Menurutnyam pada halaman pertama termohon menuduh pemohon sebagai terduga pelanggar lalu lintas. Namun pada halaman kedua tertulis pemohon menuliskan nama 'identitas pelanggar'.

Sementara di halaman ketiga surat a quo terdapat foto kendaraan mobil jenis Nissan Terra milik pemohon. Namun tidak terlihat dan atau membuktikan pemohon adalah orang yang mengemudikan kendaraan tersebut.





"Hal ini sudah dibuktikan oleh saksi pemohon yang bernama Mahfudi yang dalam kesaksiannya beliau mengakui adalah orang yang mengemudikan kendaraan tersebut pada saat itu," kata Denny, saat membacakan kesimpulannya, di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Denny menyebut seharusnya polisi membuktikan identitas orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

"Maka bila termohon paham akan hukum acara pidana sudah selayaknya beban pembuktian atas tuduhan pelanggaran lalu lintas kepada pemohon harus dapat dibuktikan oleh termohon," kata Denny.

Denny mengaku sudah meminta agar pihak termohon Polda Metro memutarkan rekaman CCTV di persidangan yang menjadi dasar diterbitkannya surat tilang. Namun hingga sidang pembuktian termohon tidak dapat menunjukan atau memutar rekaman yang seutuhnya terkait dugaan pelanggaran yang dituduhkan.

"Maka itu berarti alat bukti yang dicapture dalam surat tersebut tidak berkekuatan hukum mengikat dan diragukan keasliannya," kata Denny.





Denny menyebut jika dia harus menuliskan surat konfirmasi terhadap siapa yang melanggar, maka bisa saja ada orang yang menuliskan pelanggarnya asal-asalan. Dia mengaku alasannya mengajukan praperadilan untuk menguji dan mengoreksi kepolisian.

"Atas kejadian ini kalau ini dibiarkan kebayang nggak orang-orang konglomerat naik mobil sport malam dia kena besok dapat surat tilang dia tinggal konfirmasi saja pembantunya suruh tulis. Artinya tidak efektif tidak mengena," ujarnya.

Karenanya, Denny AK meminta hakim menyatakan segala bukti yang dimiliki termohon dinyatakan tidak sah, termasuk surat tilang terhadap pemohon. Ia meminta hakim memerintahkan polisi menghentikan penyidikan pelanggaran lalu lintas.

Denny mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya karena tidak terima ditilang elektronik atas pelanggaran yang tidak dia lakukan. Tilang itu dilayangkan kepadanya karena mobilnya pada saat itu digunakan oleh saudara iparnya, Mahfudi.

Mobil tersebut terekam kamera tilang elektronik di lokasi JPO Kemenpan RB, Jakarta Selatan pada 17 Juli. Denny menilai seharusnya bukan dia sebagai pemilik mobil yang terkena tilang. Tapi tilang menurutnya harus dikenakakan ke pihak yang mengendarai mobil.


Simak Video "Demi Hindari Tilang Elektronik, Muncul Modus Pelat Palsu"

[Gambas:Video 20detik]


(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com