detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 11:17 WIB

Sertijab Kapolres, Kapolda Sumsel: Atasi Karhutla, Jangan Duduk di Ruangan Saja

Raja Adil Siregar - detikNews
Sertijab Kapolres, Kapolda Sumsel: Atasi Karhutla, Jangan Duduk di Ruangan Saja Ilustrasi kebakaran lahan di Musi Banyuasin. (Raja Adil/detikcom)
Palembang - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri memimpin serah-terima jabatan Kapolres Banyuasin dan Musi Banyuasin. Kapolda meminta kedua kapolres yang baru langsung turun mengatasi kebakaran lahan.

Dua kapolres yang mengikuti sertijab ialah Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Dit Reskrimsus Polda Sumsel. Kemudian Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Banyuasin.

"Hari ini baru saja sertijab Kapolres Musi Banyuasin dan Banyuasin. Selain mereka melakukan tugas pokok Polri, mereka ini harus mengatasi kebakaran lahan," ujar Kapolda Firli seusai sertijab di ruang catur Sakti Polda, Kamis (15/8/2019).


  Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Firli Bahuri Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri (Raja Adil Siregar/detikcom)

Firli menyebut pernah keliling ke daerah Musi Banyuasin dan Banyuasin, dia pun menyebut kedua daerah rawan karhutla. Kapolres baru pun diminta turun langsung.

"Saya kan pernah ke Banyuasin dan Musi Banyuasin, kebakaran hutan ini jadi salah satu perhatian kita. Kapolres harus mulai turun, tidak boleh dia hanya duduk-duduk saja di ruangan," katanya tegas.

Sementara itu, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Pinem mengaku siap turun langsung. Dia berencana melakukan inovasi agar lahan tidak lagi terbakar.


"Sesuai perintah saya siap, dari sini nanti langsung rapat dengan semua unsur dan membahas agar kebakaran lahan segera dapat diatasi. Kita mulai lakukan inovasi agar masyarakat tidak membakar lahan," kata Yudhi Pinem.

Inovasi itu, lanjut Yudhi, salah satunya dengan melakukan pencegahan sejak dini sehingga masyarakat sekitar tak membakar lahan.

"Harus ada inovasi agar masyarakat ini tidak lagi membakar lahan. Kenapa, ya kalau udah terbakar kan sulit api untuk dipadamkan. Jadi pencegahan ini lebih utama," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran lahan terjadi di Bayung Lencir, Musi Banyuasin sejak dua hari terakhir. Lahan terbakar saat ini telah mencapai puluhan hektare dan masih dalam proses pemadaman.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran lahan. Namun lahan itu telah berulang kali terbakar setiap tahunnya dan berada dekat konsesi perusahaan.

Akibat kebakaran, terlihat asap tebal di lokasi. Puluhan personel dan 3 unit heli water bombing pun di terjunkan untuk pemadaman.


Simak Video "Petaka Asap, Mencari Dalang pada Bencana Berulang"

[Gambas:Video 20detik]


(ras/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed