Luncurkan Situs Aduan Kejahatan Siber, Kabareskrim: Tindak Pelaku Hoax!

Luncurkan Situs Aduan Kejahatan Siber, Kabareskrim: Tindak Pelaku Hoax!

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 14 Agu 2019 18:34 WIB
Komjen Idham Aziz meluncurkan situs patrolisiber.id. (Bil Wahid/detikcom)
Komjen Idham Aziz meluncurkan situs patrolisiber.id. (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Bareskrim Polri meluncurkan situs patrolisiber.id untuk menampung laporan kejahatan siber dari masyarakat. Kabareskrim Komjen Idham Aziz menyebut peluncuran situs tersebut merupakan bentuk pencegahan kejahatan siber, termasuk penyebaran hoax.

"Sudah, kita tidak usah melihat kejadian sejak pemilu kemarin. Betapa banyak yang sudah kita lakukan, yang nyata saja tujuh kontainer surat suara, yang nyata saja bahwa KPU diretas. Tapi setelah anak-anak siber turun, semua adalah hoax," kata Idham dalam sambutannya di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

"Kebijakan saya waktu itu cuma satu, tindak tegas, tidak ada kompromi kepada orang-orang yang melakukan hoax," imbuhnya.




Idham juga bicara soal kejahatan penghinaan terhadap presiden. Dia menegaskan akan menindak tegas pelakunya.

"Tidak bisa membayangkan presiden yang punya penduduk 276 juta jiwa, kalau di-bully atau dihina-hina, dalam hal itu banyak orang yang tidak mengerti. Jadi satu-satunya cara, tindak tegas, seperti itu," ucapnya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Rachmat Wibowo menjelaskan situs patrolisiber.id akan memadukan laporan polisi dengan laporan masyarakat. Laporan dari kedua belah pihak juga ditampilkan dalam situs tersebut.

"Website ini akan memadukan antara laporan polisi yang dilaporkan oleh masyarakat secara manual akan kita upload dan menerima laporan dari masyarakat," ujarnya.




Rachmat menuturkan setiap warga yang mengadu lewat situs tersebut harus mengisi kolom identitas lebih dulu. Setelah itu, mereka bisa menceritakan kronologi kejadian yang akan mereka laporkan.

Pengunjung situs juga bisa melampirkan bukti suara dan gambar dalam aduannya. Setiap aduan itu nantinya akan dianalisis polisi.

"Situs ini hanya sebagai analisis. Laporan yang akan ditindaklanjuti adalah laporan yang disampaikan masyarakat melalui kantor polisi terdekat. Namun apabila masyarakat mencantumkan identitas lengkapnya, nomor kependudukan, nomor telepon, alamat e-mail yang bisa dihubungi, ketika kami bisa menemukan pelaku yang merugikan masyarakat tersebut, kami bisa dengan mudah menghubungi masyarakat," paparnya. (abw/zak)