BNPB: Sempat Berkategori Tak Sehat, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 11 Agu 2019 01:02 WIB
Foto: Chaidir/detikcom
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pantauan kualitas udara di Pekanbaru hari ini semakin membaik. Kualitas udara dinilai meningkat sejak sore tadi.

Laporan BNPB menyebutkan kualitas udara membaik sejak pukul 17.00 WIB. Asap dari kebakaran hutan menyebabkan kualitas udara di Pekanbaru sempat menjadi tidak sehat.

"Sempat terpantau pada kategori tidak sehat, kualitas udara Pekanbaru, Riau kembali baik pada hari ini, pukul 17.00 WIB. Dilihat dari parameter PM10, kualitas udara Pekanbaru, Riau pada parameter 150 - 250 atau tidak sehat," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam rilisnya, Sabtu (10/8/2019).


Sementara itu, lanjut Agus, kualitas udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terpantau tak sehat sekitar siang tadi, tepatnya pukul 12.00 WIB. Tetapi pukul 17.00 WIB, kualitas udara menunjukkan pada parameter 50 - 150 atau sedang.

"Partikulat atau PM10 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer). Kualitas udara menjadi salah satu parameter keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah," jelas Agus.

Agus kemudian menjelaskan parameter keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lainnya adalah visibilitas, jumlah titik api, titik panas api dan jumlah penderita gangguan pernagasan seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Agus menuturkan visilibitas di Palangkaraya 5 km atau berasap, Pekanbaru 7 km atau cerah berawan pada pukul 19.55 WIB.


"Jambi 9 km, Palembang sekitar 10 km, Pontianak 1.5 km, Pangkalan Bun 6 km, Palangkaraya 5 km, Baringin-Muara Teweh 2.5 km, Sanggu-Buntok 3 km, dan Banjarmasin sekitar 10 km," tutur Agus.

Masih kata Agus, sempat terlihat asap akibat karhutla di Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur sekitar pukul 15.00 WIB. Asap di Sumatera disebut tidak mencemari udara di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

"Sementara itu, asap yang terpantau di wilayah Kalimantan memasuki wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak Malaysia, ada transboundary haze," ucap Agus.

(aud/fdu)