"Iya diduga rakitan, masih kita dalami soal ini. Jenisnya FN," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/8/2019).
Senjata api tersebut saat ini diamankan oleh Propam Polda Lampung. Polda Lampung masih menyelidiki asal-usul senjata api rakitan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden peluru nyasar itu terjadi saat Brigadir Pastiko Jayadi mengetes senjata api tersebut di dalam mobil. Senjata itu semula hendak diserahkan kepada rekan Pastiko, Brigadir Duansyah.
"Rupanya pada saat itu--beda kalau senjata model silinder itu kan kelihatan muter, ini kan nggak, ini kayak model magasinnya FN itu--dikokang-kokang keluar, meletus pelurunya di kamarnya itu," jelas Pandra.
Peluru tersebut kemudian menembus kaca mobil yang di dalamnya ada Pastiko dan Duansyah. Peluru itu kemudian mendarat di perut Rahmad, yang saat itu sedang makan di kantin.
Rahmad mengalami luka tembak di bagian perut akibat peluru tersebut. Saat ini dia masih dirawat di RS Urip Sumoharjo.
Tonton juga video Cerita Leony, Mahasiswi Driver Ojol yang Lulus Cum Laude dari Undip:
(mei/hri)











































