detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 19:07 WIB

Ace Hasan Pertanyakan Sikap Yorrys yang Sebut Majelis Etik Golkar Ilegal

Tsarina Maharani - detikNews
Ace Hasan Pertanyakan Sikap Yorrys yang Sebut Majelis Etik Golkar Ilegal Ace Hasan Syadzily (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mempertanyakan sikap Yorrys Raweyai yang menyebut Majelis Etik partai berlambang pohon beringin itu ilegal. Ace keheranan, mengapa Yorrys baru mempersoalkan sekarang ini.

"Jika ada pihak yang mempersoalkan keberadaan Majelis Etik Partai Golkar, justru patut dipertanyakan kenapa harus mempertanyakan hasil rapat pleno DPP Golkar dan rakernas Golkar tanggal 23 Maret 2018 sekarang-sekarang ini?" kata Ace, kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).

"Mengapa baru sekarang (dipersoalkan)? Apa karena tidak suka kalau kader-kader Partai Golkar terjaga integritas dan etikanya?" imbuhnya.




Ace lantas menjelaskan dasar Golkar membentuk Majelis Etik partai. Ia merujuk pada Pasal 27 ayat (1) AD/ART Golkar yang berbunyi 'DPP dapat membentuk badan, lembaga dan kelompok kerja untuk melaksanakan tugas-tugas dalam bidang tertentu'.

Dia mengatakan Majelis Etik dibentuk untuk menjaga etika dan menegakkan integritas kader Golkar. Selain itu, kata Ace, juga untuk memelihara kemuliaan dan marwah partai.

"Pembentukan Majelis Etik itu didasari oleh adanya kebutuhan Partai Golkar untuk menjaga dan menegakkan integritas etika anggota Partai Golkar dalam memelihara kemuliaan, martabat, dan marwah Partai Golkar, sehingga anggota Partai Golkar berkewajiban menjunjung tinggi etika Partai Golkar sesuai semangat yang terkandung dalam Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar," jelasnya.




Ace menegaskan pembentukan Majelis Etik Golkar juga berdasarkan keputusan rapat pleno partai pada 29 Januari 2018. Selanjutnya, keputusan tersebut diperkuat dalam Rakernas Golkar 23 Maret 2018.

"Untuk menindaklanjuti hasil Rapat DPP Partai GOLKAR tanggal 29 Januari 2018, DPP Partai Golkar menerbitkan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Nomor: KEP-289/DPP/GOLKAR/III/2018 tentang Pembentukan Majelis Etik Partai GOLKAR. Keputusan ini diperkuat dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Partai Golkar yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2018," sebut Ace.

Diberitakan, Yorrys Raweyai menyoroti keberadaan Majelis Etik Partai Golkar. Menurutnya, Majelis Etik tersebut ilegal dan hanya dimanfaatkan segelintir pengurus partai.

"Mencermati polemik keberadaan Majelis Etik akhir-akhir ini, saya berkesimpulan bahwa Majelis Etik yang tidak jelas dan ilegal itu dijadikan instrumen abuse of power oleh ketua umum Airlangga Hartarto untuk mempertahankan kekuasaannya," kata Yorrys kepada wartawan, Jumat (9/8).




Tonton Video Yorrys: Golkar Butuh Rebranding Lewat Leader Baru:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com