detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 16:45 WIB

Mendag Anggap Penyuap Impor Bawang Putih Bodoh dan Buang-buang Duit

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Mendag Anggap Penyuap Impor Bawang Putih Bodoh dan Buang-buang Duit Enggartiasto Lukita (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut pihak swasta yang terlibat kasus dugaan suap terkait impor bawang putih bodoh. Dia mengatakan pihak swasta hanya perlu mengikuti aturan yang berlaku untuk mendapatkan persetujuan impor.

"Dan bodohnya itu orang (pihak swasta) ngapain. Bodoh, sebodoh-bodohnya dia. Kecuali dia tidak melaksanakan semua aturannya kan. Tapi kalau dia melaksanakan aturan, ya ngapain buang-buang duit," kata Enggar di rumah duka Cosmas Batubara, Jl Cidurian, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).




Enggar juga menegaskan tak akan memberi persetujuan impor kepada perusahaan yang terlibat kasus korupsi. Kecuali, sebut Enggar, ada surat dari penegak hukum yang menyatakan perusahaan tersebut sudah 'bersih'.

"Dan setiap perusahaan yang terkena kasus KPK, Bareskrim, nggak ada saya kasih izin, nggak ada," tegasnya.

"Iya (blacklist). Sampai ada yang garam itu, saya bilang mereka, eh dapat surat dari Bareskrim ke saya bahwa, 'Mas, Anda sudah beres, sudah baik.' 'Pak, saya sudah baik'. Kata Anda kan. Surat dong resmi bahwa, 'Silakan ini sudah bebas,' saya baru kasih," imbuhnya.




Terkait kasus dugaan suap impor bawang putih, Enggar menyatakan mendukung setiap langkah KPK. Dia memastikan pihaknya akan kooperatif dengan KPK.

"Jadi apa pun yang dibutuhkan oleh KPK, kita dukung. Saya pasti, kita dukung. Kita mau tertib," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan pemilik PT Cahaya Sakti Agro (PT CSA) Chandry Suanda sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait impor bawang putih. Chandry diduga menyuap anggota Komisi IV DPR I Nyoman Dhamantra dengan uang Rp 2 miliar.



Tonton Video Bawang Putih Mahal, yang Busuk pun Dibeli:

[Gambas:Video 20detik]


(zak/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com