Bea-Cukai Pasar Baru Musnahkan Obat-obatan, Senjata, hingga Sex Toys

Zakia Liland F - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 15:56 WIB
Foto: Zakia/detikcom
Jakarta - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Kantor Pos Pasar Baru memusnahkan ribuan barang impor yang masuk ke Indonesia. Barang-barang ini berasal dari banyak negara, dari Asia hingga Amerika.

"Banyak, campuranlah. Ada dari Eropa, Amerika, dari Cina, semua ada," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Kantor Pos Pasar Baru Kunawi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).



Pemusnahan ini dilakukan sesuai dengan Surat Persetujuan dan Pemusnahan Kepala Kantor Wilayah DJKN DKI Jakarta Nomor S-67/MK.6/WKN.07/KNL.02/2019 Tanggal 18 Juni 2019 dan Surat Persetujuan Pemusnahan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta II Nomor 197/MK.6NVKN.07/KNL.02/2019 Tanggal 24 Juni 2019 hal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara pada KPPBC Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru, bea cukai Pasar Baru melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) eks-Kepabeanan dan cukai.

Foto: Zakia/detikcom



Total barang yang dimusnahkan adalah 8.145 buah dengan nilai nominal kurang-lebih Rp 204 juta. Barang-barang ini adalah barang yang ditahan sejak 2016 sampai awal 2018.



Barang-barang ini adalah barang yang tidak diurus perizinannya oleh para penerima barang ataupun tidak memenuhi izin tersebut. Namun barang itu masuk ke Indonesia secara legal. Kebanyakan dari barang-barang ini adalah barang kebutuhan pribadi yang dikirimkan melalui pos.

"Ini cuma barang-barang yang bersangkutan dicegah terus disuruh ngurus terus yang bersangkutan nggak mau melengkapi izin-izin untuk instansi terkait, ya kita cegah," sebut Kunawi.

Adapun barang-barang impor yang dimusnahkan oleh KPPBC Pasar Baru sebagai berikut:

1. 260 arang-barang yang mengandung unsur pornografi dan melanggar norma kesusilaan, termasuk di antaranya adalah sex toys.

2. 7.149 buah obat-obatan, kosmetik, vitamin, dan suplemen tidak memenuhi izin impor obat sesuai dengan Peraturan Badan POM Nomor 30 Tahun 2017.

3. 263 buah part senjata yang memerlukan Izin Kapolri Sesuai Perkapolri No 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata untuk Kepentingan Olahraga.

4. 277 buah panah sesuai dengan Penjelasan Kata "Senjata Panah (Cross Bow) pada Keputusan Kapolri Nomor : SKEP/82/II/2004 tanggal 18 Februari 2004 tentang buku petunjuk Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendaliaan Senjata NoN Organik TNI/ Polri.

5. 277 buah tanaman dan tumbuhan lainnya yang memerlukan izin Karantina Tumbuhan sesuai PP No 14 Tahun 2002 tentang karantina tumbuhan.

6. 173 buah barang-barang bekas Iainnya yang memenuhi izin impor dari Kementerian
Perdagangan nomor 48 tahun 2015 tentang Ketentuan Umum di Bidang lmpor berupa kotak kosong dan tas kertas.




Tonton Video Bea-Cukai Lhokseumawe Musnahkan 70 Ton Bawang Ilegal Asal Thailand:

[Gambas:Video 20detik]

(knv/knv)