"Kemarin pagi sampai sore, asap menghilang dari Pekanbaru. Tapi pagi ini asap kembali muncul dan cukup pekat," kata Masyitoh warga Kelurahan Sidomulyo Barat, kepada detikcom, Kamis (8/8/2019).
Tebalnya asap membuat masyarakat menjadi khawatir akan kesehatan mereka. Warga lainnya mengaku terserang demam dan ISPA akibat asap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat berobat ke dokter karena ISPA. Asap kebakaran lahan ini tak kunjung teratasi," kata Jaswir warga lainnya.
Dalam rilis BMKG Pekanbaru hari ini, pantauan satelit Terra/Aqua sebaran titik panas (hotspot) kembali muncul. Pada tingkat kepercayaan 70 persen, sebaran titik panas terdapat 37 lokasi.
Titik panas itu terdapat di Kabupaten Rokan Hilir 2, Siak 7, Indragiri Hilir 9, Indragiri Hulu 5, Pelalawan 6. Meranti 1, Bengkalis 5.
"Jarak pandang di Pekanbaru pagi pukul 07.00 ini 4 Km kondisi asap," kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Mia Vadilla dalam rilisnya.
Data BMGK Pekanbaru menyebutkan, akibat asap kondisi jarak pandang terbatas paling parah di Kota Dumai. Kota di tepi pantai timur Sumatera menghadap ke Selat Malaka itu jarak pandang hanya tembus 2 Km karena asap.
Kondisi lainnya yang cukup parah akibat asap, berada di Kabupaten Pelalawan. Di kabupaten yang bersebelahan dengan Pekanbaru ini, masih terdapat sebaran titik panas yang membuat jarak pandang hanya 3 Km.
Tonton video Pekanbaru Berselimut Asap:
(cha/aan)











































