Laporan dari Mekah

Formula 'Haji Lancar' 5-5-3 ala Menag Lukman

Ardhi Suryadhi - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 14:27 WIB
Foto: Fuad Fariz/ detikcom
Foto: Fuad Fariz/ detikcom
Mekah - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mewanti-wanti seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelang fase Armunza: Arafah, Muzdalifa dan Mina. Para petugas diminta tetap berpegang pada formula 5-5-3 ketika menjalankan tugas. Hal ini untuk memastikan agar kegiatan haji berjalan lancar.

Formula 5-5-3 yang dimaksud mengacu pada fase ibadah haji, yakni pra wukuf, wukuf dan pasca wukuf. Fase pra wukuf adalah serangkaian aktivitas sebelum jemaah berada di Arafah, sedangkan wukuf adalah aktivitas di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sementara fase terakhir adalah fase pasca wukuf yaitu setelah jemaah usai melakukan serangkaian ibadah di Armunza.

Berikut aktivitas pertama saat pra wukuf yang perlu diperhatikan petugas haji:
1. Cermati pergerakan jemaah setelah penghentian distribusi katering.
2. Cermati dampak penghentian bis shalawat.
3. Pantau kondisi kesehatan jemaah.
4. Sosialisasikan secara masif aktivitas apa yang akan dilakukan jemaah ketika berada di Armuzna.
5. Intensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna.

Per tanggal 6 Agustus 2019, PPIH memang sudah menghentikan distribusi katering dan bis shalawat gratis kepada para jemaah. Alhasil, tak sedikit jemaah yang memasak makanan bersama di pemondokan.

"Ini beli rice cooker patungan sama jemaah lain, buat masak bareng-bareng. Kalau pagi kadang beli nasih uduk atau lontong di depan hotel," ujar salah seorang jemaah asal Cengkareng yang ditemui detikcom di Retaz Hotel, Mekah, Rabu (7/8/2019).

Adapun 'formula 5' kedua yang perlu dilakukan petugas adalah ketika di Armuzna antara lain:
1. Melakukan penyisiran di setiap hotel pada masing-masing kloter, pada 8 Zulhijjah (9 Agustus 2019) setiap sektor tidak boleh ada jemaah yang tertinggal di hotel.
2. Pastikan pada tanggal 9 Zulhijjah (10 Agustus 2019) semua jemaah sudah ada di Arafah.
3. Mencermati pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah, karena bus yang akan mengangkut jemaah jumlahnya terbatas, hanya 21 bus.
4. Mencermati pergerakan dari Mudzalifah ke Mina. Di fase ini bus yang ada bahkan lebih sedikit, cuma 5 bus.
5. Pergerakan jemaah dari Mina kembali ke hotel.

Terkait jumlah bus yang terbatas selama Armunza, Menag menekankan bahwa ini merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi mengingat rute Arafah dan Muzdalifah yang sangat pendek sehingga tidak memungkinkan untuk menurunkan bus dalam jumlah yang banyak.

"Jadi ini sudah given dan kita harus menjalani itu, dan kondisinya jalurnya juga pendek. Meski demikian tetap akan kita optimalkan," lanjut Lukman dalam Rapat Kerja dengan anggota DPR RI.

Selanjutnya yang juga tak kalah pentingnya adalah fase pasca wukuf. Di sini ada 3 hal yg perlu diperhatikan petugas haji:
1. Setiap petugas harus kembali ke daerah kerja (daker) masing-masing, yang posnya di Madinah kembali ke Madinah demikian juga Jeddah.
2. Pastikan betul kepulangan kloter-kloter pertama ke Tanah Air.
3. Memastikan pergerakan jemaah khususnya gelombang II dari Mekah ke Madinah.

"Formula 5-5-3 adalah cara kita untuk memudahkan pokok-pokok aktivitas jemaah apa saja yang perlu mendapatkan perhatian serius. , agar kualitas pelayanan kita kepada jemaah kita agar senantiasa lebih baik," pungkas Menag.


100 Jemaah Haji Khusus Maktour Bertolak ke Tanah Suci:

[Gambas:Video 20detik]



(ash/fdu)