Salat Gaib untuk Mbah Moen, Ini Niat, Tata Cara, dan Doanya

ADVERTISEMENT

Salat Gaib untuk Mbah Moen, Ini Niat, Tata Cara, dan Doanya

Abdul Jalil - detikNews
Rabu, 07 Agu 2019 11:46 WIB
Salat gaib untuk Mbah Moen, Ini Niat, Tata Cara, dan Doanya. (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Jakarta - Masyarakat melakukan salat gaib untuk mendoakan KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang wafat di Mekah. Bagaimana tata cara salat gaib itu?

Salat gaib adalah menyalatkan jenazah yang tidak berada di hadapannya, melainkan berada di tempat jauh dan tidak bisa dijangkau. Ketika seorang ulama besar dan karismatik, seperti Mbah Moen, dipanggil ke Rahmatullah, seluruh umat akan merasa kehilangan panutannya.

Sebagai rasa turut berduka dan belasungkawa, sebagian kaum muslimin yang tidak sempat melakukan salat jenazah akan melaksanakan salat gaib.

Hukum melaksanakan salat gaib adalah sunah, meskipun waktunya sudah lewat. Lantas, seperti apa pelaksanaan salat gaib? Berikut ini tata cara salat gaib dari berbagai sumber.



1. Niat

Salat gaib bisa ditujukan untuk jenazah muslim secara umum, jenazah tertentu, atau jenazah massal di suatu tempat. Salat gaib dilakukan sama seperti tata cara salat jenazah pada umumnya, yakni 4 kali takbir tanpa rukuk dan sujud.

Perbedaan keduanya terletak pada kehadiran jenazah yang disalatkan, maka niat salat gaib pun berbeda dengan salat jenazah.

Jika salat gaib yang ditujukan kepada mayat yang diketahui dengan jelas identitasya, bunyi niatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Ushalli Ala Mayyiti (sebutkan nama jenazah) ghoibi arba'a takbiratin fardho khifaayati lillahi ta'ala

Artinya : "Saya niat mayit atas mayit (si fulan) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta'ala."

Apabila salat gaib itu dilakukan tanpa mengenali identitas jenazahnya dengan tepat, sebagaimana yang sering dilaksanakan setelah salat Jumat, niatnya adalah

أصلى على من صلى عليه اللإمام اربع تكبيرات فرض الكفاية مأموما لله تعالى

Artinya: "Saya niat salat gaib atas mayit yang disalati imam empat kali takbir fardu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta'ala"

2. Takbir Pertama

Sama seperti salat biasa, membaca surat Al-fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram) sebagai salah satu rukun salat.

3. Takbir Kedua

Kemudian takbir kedua membaca selawat atas Nabi Muhammad SAW. Sekurang-kurangnya selawat pendek, seperti 'allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad'.



4. Takbir Ketiga

Setelah takbir ketiga, lalu mendoakan mayat dengan bacaan:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

"Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'afihi wa'fu anhu."

Artinya : "Ya Allah ampunilah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia."

5. Takbir Keempat

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

"Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu "

Artinya : "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitnah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia."

6. Salam

Setelah selesai melakukan takbir keempat dan kemudian sudah membaca doa, lalu sama seperti salat lainnya, dalam tata cara salat gaib ini, juga diharuskan menutup salat dengan melakukan salam dua kali, sambil menengok kanan dan kiri.

7. Pernah Dilakukan Rasulullah SAW

Salat gaib disebut sunah karena terdapat dalam hadis dan pernah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Ketika itu Raja Najasyi wafat, Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan salat jenazah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya, "Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat salat lalu membariskan saf kemudian bertakbir empat kali," (HR Bukhari).


Al Ma'la, Pemakaman Tertua Tempat Peristirahatan Terakhir Mbah Moen:

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/nwy)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT