detikNews
Selasa 06 Agustus 2019, 05:12 WIB

Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar

Danu Damarjati - detikNews
Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar Romo Franz Magnis-Suseno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Dari sejumlah buku kiri yang dirazia oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) di Makassar, ada buku-buku Romo Franz Magnis-Suseno yang terkena razia. Franz Magnis tak acuh terhadap peristiwa itu karena itu bukan hal baru baginya.

"Jadi itu bagi saya adalah tanda kebodohan besar, kebodohan yang tidak ada batasnya," kata Magnis kepada detikcom, Selasa (6/8/2019).



Dia menyatakan bukunya tidak berisi anjuran agar pembaca menganut Marxisme, Marxisme-Leninisme (komunisme). Justru bukunya itu merupakan kritik terhadap paham itu. Magnis mempersilakan semua pihak membacanya supaya tahu isi buku tersebut.

"Silakan dibaca saja," kata Magnis.

BMI, yang melakukan razia itu, menyebut buku karya Magnis menyebarkan ajaran Karl Marx setelah membaca sinopsis buku. Mereka tidak membaca isi buku itu terlebih dahulu sebelum menyatakan karya Magnis itu bermuatan penyebaran ajaran Marxisme atau Komunisme. Soalnya, buku itu disegel.



Buku Magnis yang terkemuka tentang Marxisme dan ideologi kiri adalah 'Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme', 'Dalam Bayang-bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka', dan 'Dari Mao ke Marcuse: Percikan Filsafat Marxis Pasca-Lenin'. Ditegaskan Magnis, buku itu tidak menyebarkan paham Marxisme, Leninisme, Komunisme, atau Maoisme. Justru Magnis mengkritik ideologi itu.

"Kritis sekali, sangat kritis," ucap Magnis.



Namun penyabet gelar doktor lulusan Universitas M√ľnchen dengan tesis pemikiran Marx muda ini tak peduli. Baginya, peristiwa razia buku kiri itu bukanlah hal baru. Dia mengaku sudah mengalami hal semacam itu sejak 17 tahun lalu, padahal bukunya adalah tinjauan kritis terhadap ideologi-ideologi kiri tersebut.

"Saya tidak peduli. Buku-buku ini sudah lama di pasar. Yang terjadi di Makassar itu dilakukan oleh orang-orang bodoh, saya terus terang saja tidak peduli," kata Magnis.



Kata polisi, razia itu tidak disertai dengan penyitaan buku. Razia itu hanya berujung pada imbauan agar Gramedia selaku toko buku yang dirazia tidak menjual buku-buku tentang ideologi kiri tersebut. Gramedia pun setuju dan akhirnya menyimpan buku-buku itu ke gudang. Magnis memaklumi hal ini.

"Orang melihat gambar Lenin mengira itu penyebaran Leninisme, orang melihat gambar Marx mengira itu penyebaran Marxisme. Saya bisa mengerti bahwa Gramedia harus memperhatikan orang-orang seperti itu. Kita hidup di dalam masyarakat di mana memang ada orang-orang bodoh," kata Magnis. Sampul buku karya Magnis yang kena razia itu memang bergambar wajah Marx dan Lenin.


Tonton video 4 Pria Razia Buku di Toko Buku di Makassar:

[Gambas:Video 20detik]


Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar

(dnu/lir)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +