KPAI Prihatin Paskibra di Tangsel Meninggal Jelang HUT RI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2019 13:44 WIB
Suasana rumah duka calon paskibraka asal Tangsel (Foto: Dok. KPAI)
Jakarta - Seorang calon anggota Paskibra dari Tangerang Selatan (Tangsel) diduga tewas akibat dianiaya seniornya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya korban bernama Aurellia Quratu Aini ini.

"Bagi saya momen penting upacara dalam perayaan Hari Kemerdekaan dengan menugaskan Aurel tentu menjadi prestasi yang membanggakan dirinya, keluarga, dan Tangerang Selatan," kata komisioner KPAI Jasra Putra kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

"Dengan terpilih menjadi pasukan inti pengibar bendera di tingkat provinsi, tentunya Aurel adalah putri terbaik di Tangerang Selatan," tambahnya.


Jasra mendatangi rumah duka Aurel di Taman Royal Cipondoh, Tangerang, pada Jumat (2/8) malam. Dia mendapatkan informasi bahwa Aurel sempat mengalami kekerasan dari seniornya.

"Keluarga menyampaikan Aurel bercerita dipukul seniornya. Meninggal hari Kamis, 1 Agustus, dan dikebumikan hari ini. Aurel adalah anak yang aktif dan ceria dan tidak pernah sakit. Kondisi tersebut tentunya membawa keprihatinan mendalam bagi kita semua," kata dia.

Dia mengatakan, bila ada indikasi kekerasan, KPAI menyatakan mendukung pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. Jasra meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengawasi proses penyiapan Paskibra yang sedang berjalan.

Komisioner KPAI Jasra Putra saat mendatangi rumah duka calon paskibraka yang tewas diduga dianiaya seniorKomisioner KPAI Jasra Putra saat mendatangi rumah duka calon anggota Paskibraka yang tewas diduga dianiaya senior. (Foto: Dok. KPAI)


"Pedoman dalam penyiapan Paskibra diharapkan memperhatikan prinsip-prinsip bekerja dan pelibatan anak-anak. Dan sebagai pengingat para mentor dan senior Paskibra memperhatikan peristiwa di Tangsel agar dapat dicegah dan tidak terulang," tuturnya.

Jasra menyatakan tak setuju bila disiplin dimaknai dengan kekerasan. KPAI mengingatkan dari peristiwa ini, pentingnya pedoman Child Safe Guarding agar anak-anak dipastikan aman dalam situasi yang terkontrol. Tiga kode etik berkegiatan dengan anak yakni tidak melakukan kekerasan fisik, tidak memalukan anak, dan tidak sendirian dengan anak di tempat sepi.

Sebelumnya diberitakan, terkait peristiwa ini, Polres Tangsel akan mendatangi keluarga Aurel. Polisi juga akan mewawancara orang tua atau keluarga korban, terutama apakah sebelumnya ada pengakuan dari korban bahwa dia menjadi korban penganiayaan seniornya.


Aurel merupakan salah satu calon anggota Paskibraka yang saat ini tengah menjalani pembekalan dan pelatihan di Yonkaf 9/Satya Dharma Kala (SDK) Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dia adalah calon pembawa baki.

Ibu Aurel, Sri Wahyuniarti, mengaku sempat melihat tangan anaknya luka lebam. Wahyuniarti juga menyebut melihat ada bagian luka lebam, tapi Aurellia bercerita itu akibat cubitan. Menurut Wahyuniarti, seharusnya tidak boleh ada kekerasan apa pun dalam kegiatan Paskibra. (jbr/haf)