Digelar di Bali, Kongres PDIP Bakal Tanpa Sampah Plastik

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 16:37 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengecek persiapan kongres di Bali (Foto: dok. PDIP)
Jakarta - Kongres V PDIP bakal digelar pada 8-10 Agustus 2019 di Bali. PDIP menargetkan tak ada peralatan plastik sekali pakai yang digunakan dalam acara ini.

"Tak boleh menggunakan plastik. Karena itulah sebenarnya budaya kita. Budaya merawat dan melestarikan lingkungan. Meskipun ini ajang besar, kita takkan tinggalkan sampah plastik," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Jumat (2/8/2019).

Hal itu disampaikan Djarot saat mendampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meninjau persiapan lokasi Kongres yang akan digelar di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur. Ketua DDPD PDIP Bali I Wayan Koster juga menyatakan panitia Kongres tak akan menggunakan dekorasi dari styrofoam sehingga tidak menyisakan sampah.



"Semua bahan dekorasi menggunakan bahan alami, tak ada styrofoam. Tapi dari janur. Justru jauh lebih hidup. Jadi betul-betul ramah lingkungan," kata Koster yang juga Gubernur Bali itu.

Sementara itu, Hasto menilai persiapan Kongres V sudah dilakukan dengan baik. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bali.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengecek persiapan kongres di BaliSekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengecek persiapan kongres di Bali (Foto: dok. PDIP)

"DPP PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih ke masyarakat Bali. Kami mohon maaf sebelumnya, ketika dalam pelaksanaan, karena puluhan ribu orang yang datang, akan banyak mewarnai keseharian masyarakat Bali," ujar Hasto.

Dia menyebut Kongres V PDIP ini tak cuma peristiwa politik. Kongres ini disebut Hasto sebagai peristiwa kebudayaan yang diisi banyak penampilan kesenian dari berbagai daerah demi membangun karakter bangsa.

"Warna kebudayaan akan menonjol dalam perhelatan kongres," ucapnya.



Dia menyebut panitia telah menyiapkan tempat bagi 2.200-an peserta untuk pembukaan kongres yang juga bakal dihadiri pejabat negara, termasuk Presiden. PDIP juga menyiapkan tempat bagi 15 ribu penggembira yang diprediksi hadir. Para penggembira bakal mendapat tempat di Pantai Matahari Terbit yang bakal dipenuhi dengan jajanan rakyat.

Hasto juga menjelaskan mengapa kongres kali ini ditutup pada 10 Agustus 2019. Dia menyebut penutupan dilakukan pada 10 Agustus karena keesokan harinya umat muslim akan merayakan Idul Adha.

"Karena kongres akan ditutup pada tanggal 10 Agustus dan 11 Agustus bertepatan Idul Adha, kami akan menutup seluruh rangkaian kongres dengan mengucapkan syukur bersama-sama, mempersembahkan hewan kurban dan akan dilaksanakan salat Idul Adha di Bali," jelas Hasto.



PDIP juga bakal menggelar kurban hasil gotong royong kader PDIP. Hewan kurban terdiri dari kambing, domba dan kerbau.

"Karena kita menghormati dari masyarakat Hindu, sehingga khusus di Bali ini, hewan kurban dari kambing dan domba serta kerbau," ucap Hasto.

Rangkaian kegiatan saat Idul Adha akan dimulai pukul 06.00 WITA di Masjid Al-Ihsaan Grand Inna Bali Beach. Peserta salat diperkirakan berjumlah 1.500 orang yang terdiri warga setempat hingga undangan seperti pimpinan MUI, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah di Bali.



Simak Juga 'Siap Bentuk Pengurus Baru, PDIP Tegaskan Tak Ada Money Politics':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/hri)