Surat Belum Diterima, Eks Presdir Lippo Cikarang Dipanggil Lagi

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 11:39 WIB
Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Surat panggilan untuk mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, rupanya belum sampai di tangan. KPK pun akan kembali melayangkan panggilan bagi Toto.

"Penyidik diinformasikan bahwa surat belum diterima," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dihubungi wartawan, Jumat (2/8/2019).




Untuk itu Toto pun kembali dipanggil untuk menghadap penyidik KPK pada pekan depan. Pemanggilan untuk Toto itu dalam statusnya sebagai tersangka.

"Dipanggil kembali Kamis minggu depan," ucap Febri.

Toto merupakan tersangka baru dalam patgulipat pengurusan izin proyek Meikarta. Toto diduga KPK menyetujui pemberian suap untuk Pemkab Bekasi untuk pengurusan izin itu.

Penetapan tersangka Toto berbarengan dengan status serupa untuk Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa. KPK menyebut Iwa diduga menerima suap dari salah satu kepala dinas di Pemkab Bekasi untuk pengurusan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (Perda RDTR), aturan itu disebut KPK berkaitan erat dengan pengurusan izin Meikarta.

Baik Toto maupun Iwa telah dimintakan KPK ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dicegah bepergian ke luar negeri. Pencegahan itu dimaksudkan KPK demi mempermudah proses penyidikan.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada tahun lalu. Saat itu KPK menetapkan 9 orang tersangka, termasuk Neneng Hassanah Yasin yang ketika itu menjabat Bupati Bekasi.




Neneng dan 4 anak buahnya diduga KPK menerima suap untuk memuluskan perizinan Meikarta. Sedangkan pihak pemberi yang dijerat KPK saat itu adalah Billy Sindoro dan 3 orang lainnya.

KPK menyebut Billy dkk ditugaskan PT Lippo Cikarang untuk 'bermain mata' dengan Pemkab Bekasi. Kesembilan orang itu telah diadili serta dinyatakan bersalah dalam perkara suap tersebut.


Sekda Jabar dan Eks Presdir Lippo Cikarang Jadi Tersangka Suap Meikarta:

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dhn)