Dilansir Antara, Jumat (2/8/2019), Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan proyek yang dimulai pada Rabu (31/7) itu akan rampung pada Desember 2019. Ia berharap bangunan empat lantai itu sudah bisa beroperasi pada Januari 2020.
"Awal Januari 2020 Insyaallah sudah bisa dipakai untuk melayani warga," kata Bima Arya di Bogor, Kamis (1/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima Arya mengatakan akan mengawasi secara menyeluruh terkait tahapan pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut. Ia tidak ingin pembangunan RSUD Bogor tersebut molor dari jadwal seharusnya.
"Saya memastikan pendampingan dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan kejaksaan berjalan dengan baik dan maksimal sehingga tidak ada persoalan keuangan di sini. Jadi harus tepat waktu, kualitas baik, dan keuangan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ia pun menjelaskan, bangunan khusus perawatan itu berkapasitas empat lantai dengan fasilitas 264 tempat tidur. Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Bogor yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan dana pembangunan gedung tersebut bersumber dari APBD Kota Bogor dan APBD Provinsi Jawa Barat.
Nilai pagu anggarannya Rp 103,37 miliar, terdiri atas Rp 72 miliar dana APBD Kota Bogor dan Rp 31,37 miliar dana APBD Provinsi Jawa Barat. Namun, setelah dilelang, nilai kontrak proyeknya hanya senilai Rp 89,7 miliar.
"Sehingga silpa positif dari sisa lelang sebesar Rp 11,2 miliar yang diharapkan bisa diluncurkan kembali pada 2020. Keperluannya untuk melengkapi sarana prasarana di gedung yang baru ini, yaitu pembelian alat kesehatan, dan pembelian penunjang yang lainnya," kata Rubaeah.
Tonton juga video Palsukan Alamat, 5 Siswa SMA 1 di Bogor Didepak:












































