detikNews
Kamis 01 Agustus 2019, 15:31 WIB

Kemendagri Bertemu @hendralm Pencuit Isu Jual Beli Data e-KTP

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Kemendagri Bertemu @hendralm Pencuit Isu Jual Beli Data e-KTP Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dan pemilik akun @hendralm yakni Hendra Hendrawan bertemu. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Pemilik akun Twitter Samuel Christian @hendralm, yakni Hendra Hendrawan dan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya bertemu. Hendra menggunakan kesempatan ini untuk meminta klarifikasi, apakah benar dirinya dipolisikan oleh Kemendagri.

Pertemuan berlangsung di Pusdiklat Kepemimpinan LAN-RI, Jl Administrasi II No 24, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).



Hendra yang berkacamata dan mengenakan kemeja biru muda ditemui oleh Direktur Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakulloh. Pertemuan ini didorong oleh kelompok pembela hak-hak digital se-Asia Tenggara, SAFEnet.

"Jadi Mas Hendra ini meng-upload adanya jual beli data, nomor telepon, NIK, dan KK data kependudukan. Dan juga, tadi Mas Hendra meminta informasi kepada saya, 'Pak saya bakal dilaporkan nggak ke Polisi?'," kata Zudan kepada wartawan, usai pertemuan tertutup sekitar satu setengah jam.

Zudan menegaskan, yang pihaknya laporkan ke kepolisian pada 30 Juli kemarin adalah peristiwa jual beli data kependudukan, bukan mempolisikan Hendra. Kini Kemendagri menyerahkan prosesnya ke pihak kepolisian.

"Saya sampaikan bahwa kami dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melpaorkan adanya peristiwa jual beli data kependudukan, tidak melaporkan Mas Hendra," kata Zudan.



Hendra kemudian berbicara perihal modus-modus para pelaku jual beli data e-KTP dan KK yang dia ketaui. Dia menyatakan tak bermaksud menyudutkan pihak Kemendagri.

"Saya mention sana-sini buat laporan saja, bukan buat menyudutkan siapapun," kata Hendra.

Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto menyatakan Hendra adalah generasi milenial yang tak kenal takut. Hendra mencuit di Twitter karena dia peduli dengan perlindungan data pribadi. Berkat Hendra, banyak orang menjadi sadar soal pentingnya perlindungan data pribadi.

"Kami melihat apa yang disampaikan Hendra ini adalah wujud anak muda yang berani, bentuk dari partisipasi masyarakat yang peduli pada data pribadi," kata Damar.



Zudan kini berterima kasih ke Hendra. Berkat Hendra, banyak orang memahami bahwa data pribadi itu rentan disalahgunakan.

"Saya sebagai Dirjen Dukcapil mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas Hendra yang sudah memberikan klarifikasi ini sekaligus membuka tabir bahwa data kita itu rentan disalahgunakan sehingga semua stakeholder di Indonesia memiliki kewajiban untuk bergerak bersama menjaga rahasia data, menjaga keutuhan data, dan menjaga kemanfaatan data," tutur Zudan.


Data Penduduk Dijual Via Medsos, Fahri: Segera Bikin Perppu!:

[Gambas:Video 20detik]


Kemendagri Bertemu @hendralm Pencuit Isu Jual Beli Data e-KTP

(dnu/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com