NasDem: 5 Partai KIK Jokowi Sepakat Bentuk Paket Pimpinan MPR

NasDem: 5 Partai KIK Jokowi Sepakat Bentuk Paket Pimpinan MPR

Nur Azizah Rizki Astuti, Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 13:41 WIB
Foto: Gedung MPR/DPR/DPD (Lamhot Aritonang/detikcom)
Foto: Gedung MPR/DPR/DPD (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Bursa pimpinan MPR periode 2019-2024 masih jadi rebutan. Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sepakat membentuk paket pimpinan MPR.

"Kami sudah sepakat membentuk paket, sepakat membentuk paket dari KIK, (ditambah) dari DPD. KIK di MPR itu kursinya 349, untuk bisa mayoritas di MPR itu 356, kurangnya 7," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate saat dikonfirmasi, Kamis (1/8/2019).


Dalam kesepakatan itu, Johnny mengklaim lima parpol KIK yang lolos parlemen dilibatkan, termasuk PDIP. "Koalisi KIK berlima," katanya.

Terkait unsur DPD di pimpinan MPR, Johnny menyebut KIK akan melakukan komunikasi. Dia yakin paket yang diusung KIK nantinya bakal disepakati secara musyawarah mufakat. Andai harus voting, dia optimistis KIK bakal menang.

"Nah kami kan pasti berbicara karena aturan UU MD3 tentu ada dari DPD yang akan menjadi salah satu pimpinan dan kami mempunyai sahabat yang banyak di DPD. Karenanya kami yakin nanti kalau bentuk paket itu akan menguasai akan memenangkan, kalau voting ya menanglah voting di MPR karena memang kami cukup kuat formasinya," sebut Johnny.


Meski demikian, Johnny menyebut belum ada kesepakatan KIK terkait siapa-siapa saja yang bakal diusulkan dalam paket pimpinan MPR itu. Dia menyebut KIK hanya sepakat membentuk paket pimpinan MPR.

"Siapa nanti yang akan menjadi ketua, siapa yang akan menjadi wakil-wakil ya itu nanti kami akan memutuskannya di rapat KIK. Ya masih lama, kan masih Oktober," katanya.


Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut komunikasi antarparpol masih terus dijalankan. Soal paket pimpinan MPR, Hendrawan menyebut semuanya setuju.

"Komunikasi antarparpol masih terus berlangsung. Semua setuju membentuk paket karena itu yang disyaratkan dalam UU MD3," jelas Hendrawan.

Politikus Partai Golkar yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo pernah menyinggung 2 pertemuan berbeda di Gondangdia dan Teuku Umar. Meski tak secara gamblang menjelaskan pertemuan yang dimaksud, bait pantun itu menggambarkan pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan pertemuan Ketum NasDem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertemuan masing-masing digelar di Jl Teuku Umar dan Jl RP Soeroso Gondangdia, Jakarta Pusat, yang tidak terpaut jauh.


Simak Video "Mereka yang Disebut-sebut Masuk Bursa Ketua MPR"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)